Boediono: ASEAN Harus Percaya Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boediono. REUTERS/Supri

    Boediono. REUTERS/Supri

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Presiden Boediono berpendapat ASEAN harus percaya diri sekaligus menyumbang ketahanan pangan dunia. "Tak ada alasan untuk berkontribusi signifikan pada keamanan pangan global," ujarnya dalam pembukaan ASEAN Leadership Forum di Hotel Nikko, Ahad 8 Mei 2011, malam ini.

    ASEAN telah membuat sederet kerja sama dalam bidang tersebut. Misalnya, Kerangka Ketahanan Pangan dan Rencana Strategis Aksi Keamanan Pangan ASEAN yang dilansir pada 2009 lalu. Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang baru saja berakhir hari ini juga menyetujui untuk mengutamakan penelitian, pengembangan, serta investasi di sektor pangan.

    Selain itu, ASEAN pun cukup ternama dalam penelitian pertanian. "Kita punya International Rice Research Institute yang terkenal di Filipina, sedangkan lembaga penelitian pangan juga ada di tiap negara anggota ASEAN," ucapnya.

    Begitu pula di sektor energi, para pemimpin ASEAN telah berjanji meningkatkan akses listrik bagi rakyat, sementara di saat yang sama mengurangi ketergantungan pada energi fosil. "Di tingkat nasional, Indonesia juga telah mengambil langkah maju dengan berkomitmen memakai energi non-fosil setidaknya 17 persen dari total konsumsi energi pada 2025," tuturnya.

    ASEAN Leadership Forum adalah acara tahunan yang sejak 2001 diadakan oleh Asian Strategy and Leadership Institute dan Sekretariat ASEAN. Forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan bagi masa depan ASEAN, yakni pemerintah, pengusaha, masyarakat sipil, dan akademisi untuk membahas tantangan utama yang dihadapi ASEAN.

    Forum publik ini memicu diskusi interaktif tentang masa depan dan relevansi ASEAN, serta apa arti organisasi kawasan itu untuk masyarakat Asia Tenggara.

    BUNGA MANGGIASIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.