PM Malaysia: ASEAN Mampu Pimpin Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mohammad Najib Tun Abdul Razak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Mohammad Najib Tun Abdul Razak. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Mohammad Najib Bin Tun Haji Abdul Razak haqul yakin ASEAN mampu memimpin dunia. "Itu bisa menjadi kenyataan, bukan cuma mimpi, tapi kita harus punya semangat membara yang akan menjadi pendorong," ujarnya dalam pembukaan ASEAN Leadership Forum di Hotel Nikko, Minggu 8 Mei 2011.

    Menurutnya, adalah tugas bersama para negara anggota untuk mengoptimalkan potensi ASEAN. "Kadang melangkah saja tidak cukup, kita harus melompat. ASEAN harus menunjukkan pada dunia, sebagai kekuatan kolektif, ASEAN mampu memimpin dunia," ucapnya.

    Ia menyebutkan, Asia Tenggara adalah kawasan yang pertumbuhannya paling tinggi di negara, bahkan melebihi Cina dan Amerika Serikat. Untuk memimpin dunia memang tak mudah, katanya, akan banyak tantangan. Namun dia yakin kesemuanya bisa diatasi jika semua negara anggota bekerja sama.

    Mohammad Najib menambahkan, liberalisasi ekonomi ialah suatu keharusan. Pasalnya, ekonomi negara modern tak bisa berkembang di perairan dangkal, tetapi memerlukan laut yang dalam dan samudera yang luas.

    ASEAN Leadership Forum adalah acara tahunan yang sejak 2001 diadakan oleh Asian Strategy and Leadership Institute dan Sekretariat ASEAN. Forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan bagi masa depan ASEAN, yakni pemerintah, pengusaha, masyarakat sipil, dan akademisi untuk membahas tantangan utama yang dihadapi ASEAN.

    Forum publik ini memicu diskusi interaktif tentang masa depan dan relevansi ASEAN, serta apa arti organisasi kawasan itu untuk masyarakat Asia Tenggara.

    BUNGA MANGGIASIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.