ASEAN Diminta Tidak Berdiam Diri Hadapi Tantangan Global

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin negara-negara ASEAN saat pembukaan KTT ASEAN ke -18 di Jakarta (7/5). AP/Achmad Ibrahim

    Pemimpin negara-negara ASEAN saat pembukaan KTT ASEAN ke -18 di Jakarta (7/5). AP/Achmad Ibrahim

    TEMPO Interaktif, Jakarta - ASEAN diminta untuk tidak berdiam diri dalam menghadapi berbagai tantangan yang terjadi di dunia saat ini. ASEAN perlu lebih memantapkan kerja sama multidimensional, baik dengan internal antara negara-negara anggota ASEAN maupun dengan kawasan lain.

    “Lebih dari itu ASEAN harus lebih tanggap terhadap realitas yang berubah sangat cepat untuk menyelesaikan dan mengatasi berbagai tantangan dan untuk meraih peluang yang muncul baik di dalam maupun di luar kawasan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-18 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, pagi ini.

    Oleh karena itu, kata Presiden, Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun ini menetapkan tiga prioritas utama yang harus disukseskan bersama dengan negara-negara anggota ASEAN. Pertama, ASEAN harus dapat memastikan tercapainya kemajuan penting dalam membangun komunitas ASEAN.

    Kedua, ASEAN harus memastikan terpeliharanya tatanan dan situasi di kawasan yang kondusif bagi upaya pencapaian pembangunan, antara lain melalui Konferensi Tingkat Tinggi ASIA Timur dengan tetap menjaga sentralitas ASEAN.

    Ketiga, ASEAN harus menyukseskan pembahasan visi ASEAN pasca 2015 yaitu peran komunitas ASEAN d iantara komunitas global bangsa-bangsa.

    Ini berarti, presiden menyatakan pada saat komunitas ASEAN terbentuk pada 2015, ASEAN telah siap untuk meningkatkan perannya dalam menjawab tantangan global yang membentang di depan dan dapat menyulitkan kehidupan generasi mendatang.

    MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.