Pakistan Kurangi Pasukan Amerika ke Tingkat Minimum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mansion tempat tewasnya Usamah bin Laden di Abbottabad, Pakistan (2/5).  AP/Anjum Naveed

    Mansion tempat tewasnya Usamah bin Laden di Abbottabad, Pakistan (2/5). AP/Anjum Naveed

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Komandan paling senior militer Pakistan pada Kamis malam mengatakan bahwa mereka telah memerintahkan pengurangan jumlah personel Amerika ke tingkat minimum. Hubungan kedua negara turun ke level terendah setelah misi AS untuk membunuh Usamah bin Ladin dianggap tanpa izin.

    Pejabat itu mengakui "lemahnya" upaya mereka mengumpulkan data intelijen mengenai Usamah, tapi bersikeras mereka tak bisa menerima sikap Amerika yang telah mempermalukan mereka dengan  mengirimkan pasukan khusus Amerika. Pemimpin puncak Islamabad kini mendapat tekanan kuat agar menjelaskan bagaimana Usamah bisa tinggal di wilayah mereka, hanya 30 mil dari ibu kota.

    Ada kecurigaan bahwa jaringan mata-mata militer negara itu mempertahankan hubungan ke kelompok-kelompok ekstremis terkait dengan Al Qaidah. Pada saat yang sama mereka menghadapi pertanyaan dari publik terkait bagaimana militer negara itu gagal menemukan dan menghentikan pesawat tidak dikenal menyerang sasaran sipil.

    Pada hari Kamis Jenderal Ashfaq Kayani, Kepala Staf Angkatan Darat, memanggil perwira senior, dan kepala badan intelijen, untuk membahas hal itu. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan itu, Jenderal Kayani mengatakan, setiap tindakan serupa yang melanggar kedaulatan Pakistan akan dievaluasi ulang.

    "Para Komandan Korps diberitahu mengenai keputusan untuk mengurangi kekuatan personel militer AS di Pakistan ke tingkat minimum," kata pernyataan itu.

    "Mengenai kemungkinan tindakan yang sama terhadap aset strategis kami, Forum menegaskan kembali bahwa, tidak seperti kompleks sipil, aset strategis kami terlindung dengan baik dan memiliki mekanisme pertahanan yang rumit."

    Pernyataan itu juga mengatakan bahwa 100 tokoh kunci Al Qaidah telah dibunuh atau ditangkap oleh badan intelijen.


    TELEGRAPH | ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.