Mahasiswi Jual Keperawanan Rp 632 juta via Internet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs Yantra

    Situs Yantra

    TEMPO Interaktif, Seorang mahasiswi asal Belgia menjual keperawanannya lewat lelang di internet. Keperawanan gadis berusia 21 tahun yang mengaku bernama Noelle itu laku dengan nilai 45.000 poundsterling atau sekitar Rp 632 juta.

    Seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis 5 Mei 2011, Noelle memasarkan tubuhnya di situs Yantra, sebuah situs gadis pendamping (escort) yang berbasis di Amsterdam. Ia membuka lelang dengan harga 4.200 poundsterling. Noelle mulai menawarkan dirinya pada Maret lalu. Dua bulan kemudian dia akhirnya menerima tawaran dari seorang yang identitasnya dirahasiakan.

    Pria yang menjadi pemenang lelang misterius itu berhak ditemani Noelle selama 24 jam. Si pria juga harus mengajaknya berbelanja dan makan malam di sebuah restoran yang dipilih Noelle. Pemenang lelang juga berhak mendapatkan sertifikat dari dokter yang membuktikan Noelle masih perawan. Satu lagi syaratnya, Noelle hanya mau bercinta dengan menggunakan kondom.

    Di dalam situs Yantra tersebut, Noelle menggambarkan dirinya sebagai gadis yang lugu dengan pikiran yang sedikit nakal. Postur tubuh Noelle digambarkan dengan jelas di situs itu. Dia memiliki rambut cokelat, bermata cokelat, bajunya berukuran 10, serta ukuran cup bra-nya B. Fotonya pun dipampang dengan wajah yang diburamkan.

    Juru bicara Yantra menjamin Noelle masih perawan. "Aku telah mengirimnya ke ginekolog di Den Haag, dan ternyata benar. Aku mengantongi sertifikatnya," ujar juru bicara yang tak disebutkan namanya kepada harian Belgia, Het Laatste Nieuws.

    Sedangkan Noelle dalam sebuah wawancara kepada majalah Panorama menolak memberikan identitas aslinya. "Aku hanya gadis normal. Orang tuaku pasti marah dan malu bila mereka tahu apa yang aku lakukan ini," katanya.
     
    DAILY MAIL | PGR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.