PBB: 42 Juta Penduduk Asia Pasifik Terancam Kelaparan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tuna wisma mencari barang bekas di sekitar Pintu Air Tanah Abang, Jakarta, Rabu (14/10). Hingga saat ini, kemiskinan masih menjadi masalah utama di kota ini. Foto: TEMPO/Subekti

    Seorang tuna wisma mencari barang bekas di sekitar Pintu Air Tanah Abang, Jakarta, Rabu (14/10). Hingga saat ini, kemiskinan masih menjadi masalah utama di kota ini. Foto: TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, Bangkok - Perserikatan Bangsa-Bangsa hari ini, Kamis 5 Mei 2011, memperingatkan bahwa kenaikan harga bahan pokok dan minyak yang terus-menerus meroket dapat menambah jumlah penduduk miskin di kawasan Asia Pasifik.

    Berdasarkan survei sosial dan ekonomi yang dilakukan Komisi Sosial dan Ekonomi PBB untuk Asia dan Pasifik (Unescap), tingginya harga minyak mentah dapat menghilangkan satu persen pertumbuhan di dalam kawasan. "Secepat apapun kamu melindungi krisis keuanganmu, kamu akan terkena krisis pangan dan minyak lagi," kata Direktur Unescap Divisi Pembangunan dan Kebijakan Makroekonomi Nagesh Kumar.

    Unescap menandaskan jika harga minyak mentah meroket rata-rata 130 dolar per barel dan harga makanan dua kali lebih mahal tahun ini, maka penduduk miskin akan bertambah 42 juta orang. Wilayah yang paling merasakan dampak dari mahalnya harga-harga adalah pedesaan, yang merupakan tempat tinggal mayoritas penduduk miskin seperti di India, Laos, Bangladesh, dan Nepal.

    STRAITS TIMES | SUNARIAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.