Usamah Tewas, Pria Ganti Pelat Mobil Jadi 'GOTOSAMA'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Osama bin Laden di Afghanistan pada April 1998. Pada akhir Januari 2011, Usamah sempat muncul dalam rekaman audio mengancam Presiden Nicolas Sarkozy untuk menarik pasukannya dari negara-negara Muslim. AP

    Osama bin Laden di Afghanistan pada April 1998. Pada akhir Januari 2011, Usamah sempat muncul dalam rekaman audio mengancam Presiden Nicolas Sarkozy untuk menarik pasukannya dari negara-negara Muslim. AP

    TEMPO Interaktif, New York - Seorang purnawirawan di Kota New York yang memenangkan sidang pengadilan hak atas pelat mobil "GETOSAMA" mengatakan ia akan mengganti pelat mobilnya menjadi "GOTOSAMA". Hal itu dilakukannya untuk menandai tewasnya Usamah bin Ladin.

    "Itu merupakan cara saya berterima kasih terhadap tentara dan semua yang mereka korbankan untuk hal ini," ujar Arno Herwerth, 46 tahun, dari Hauppauge.

    Herwerth pada 2007 mendapat pelat bertuliskan "GETOSAMA" karena kesal Usamah belum juga tertangkap setelah serangan ke Menara Kembar World Trade Center pada 11 September 2001.

    "Saya frustrasi karena selama bertahun-tahun pembunuh itu lolos dan tidak bisa ditangkap," ujar Herwerth. Namun, negara awalnya menolak memberikan pelat mobil itu karena dikhawatirkan dianggap menghina sekelompok etnis tertentu. Herwerth lantas mengambil langkah hukum dan mendapat hak untuk menggunakan pelat "GETOSAMA".

    Setelah pengumuman tewasnya Usamah pada Ahad 1 Mei 2011, esok harinya Herwerth langsung mendaftarkan untuk mendapat pelat "GOTOSAMA". Komputer yang bermasalah di Departemen Motor dan Kendaraan (DMV) membuat Herwerth gagal mendapat pelat itu. Namun, juru bicara DMV Jackie McGinnis mengatakan kini komputer tersebut sudah diperbaiki dan Herwerth bisa mendapat pelat "GOTOSAMA".

    "Ia sudah menghubungi petugas kami dan ia akan mendapat pelat itu," ujar McGinnis. "Tidak akan ada masalah."

    Herwerth juga sedang mempertimbangkan mendapat pelat "GETGADFY", merujuk pada pemimpin Libya Muammar Qadhafi.

    REUTERS| KODRAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.