Kematian Usamah Picu Perang Mulut Antara Amerika-Pakistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, WASHINGTON - Kematian Usamah bin Ladin ternyata tak membuat hubungan antara Amerika Serikat dan Pakistan semakin mesra. Sebaliknya, kematian buron nomor wahid Amerika itu ternyata memicu perang mulut antar-kedua negara. Seperti dilaporkan pada Rabu 4 Mei 2011, pejabat senior kedua negara saling tuding soal sikap pemerintah masing-masing yang tidak bisa dipercaya.

    Di Islamabad, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk penyerbuan rumah Usamah. Mereka menyebut penyerbuan itu "tindakan sepihak yang tidak sah" dan memperingatkan tidak akan mentolerir hal tersebut di masa mendatang.

    Di Washington, Kepala CIA Leon Panneta menjawab tudingan itu dengan mengatakan Pakistan tidak diberi tahu soal penyerbuan di Abbottabad, kota asrama militer, karena pejabat Amerika Serikat khawatir rencana penyerbuan bocor ke pemimpin Al-Qaidah. "Dikhawatirkan, jika memberi tahu Pakistan, misi itu bisa gagal. Mereka kemungkinan memberi tahu target," kata Panetta kepada Time.

    Menteri Luar Negeri Pakistan, Salman Bashir, mengecam sikap Amerika yang dianggapnya telah "mengganggu" komitmen Pakistan untuk memerangi militan Islam. "Dalam sebagian besar hal yang sudah terjadi dalam perang melawan teroris global, Pakistan memainkan peran yang sangat penting," ujar Salman. "Jadi, ini sedikit mengganggu."

    Sebelumnya, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengatakan klaim Amerika merupakan "spekulasi tidak berdasar yang tidak merefleksikan kenyataan".

    GUARDIAN | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.