Siapa Sangka Bin Ladin Suka Ngebut dan Bercocok Tanam?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Osama Bin Laden. TEMPO/Machfoed Gembong

    Osama Bin Laden. TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO Interaktif, Sosok pemimpin jaringan Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, amat berkesan di mata istri pertamanya, Najwa, yang dinikahi pada 1974. Ia adalah sepupu  Bin Ladin dari pihak ibu yang berdarah Suriah. 

    Seperti tradisi di dunia Arab, pasangan itu menikah dengan cara dijodohkan dalam usia sangat muda. Bin Ladin waktu itu baru berusia 17 tahun dan Najwa berusia 15 tahun. Pasangan ini dikaruniai 11 anak: 7 putra dan empat putri. 

    Sepanjang hidupnya, cerita Najwa, Bin Ladin menikahi enam perempuan. Istri paling muda adalah Amal al-Sadah (27 tahun) yang ikut terbunuh bersama Bin Ladin. Dari semua istrinya, lelaki 54 tahun ini memiliki 24 anak. 

    Menurut Najwa dalam buku memoarnya yang terbit pada 2009, Usamah sangat senang ngebut dengan mobil balap di gurun dan berjalan jauh hingga naik ke gunung tanpa perbekalan air minum. Usamah memiliki koleksi sejumlah mobil balap, termasuk Mercedes warna emas dan juga satu perahu cepat. 

    “Tidak ada yang membuatnya puas selain seharian penuh ngebut di gurun,” kata Najwa dalam memoar yang terbit di Inggris itu. 

    Meski kaya, Bin Ladin melarang istri-istrinya menggunakan peralatan elektronik. “Ayah saya melarang ibu memakai alat penyejuk udara dan lemari pendingin,” kata Umar Bin Ladin, anak keempat dari pasangan Bin Ladin dan Najwa. 

    Menurut Najwa, suaminya itu juga pandai mengendarai kuda dan jago berhitung. Ia sering menantang orang-orang menyelesaikan soal hitungan dan membiarkan lawannya menggunakan kalkulator. 

    Bin Ladin juga suka bidang pertanian. “Ia suka menanam jagung dan bunga matahari,” ujar Najwa. Ia menambahkan waktu muda Bin ladin gemar makan sop sumsum dicampur timun Jepang (zucchini)

    TELEGRAPH | FAISAL ASSEGAF





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.