Bin Ladin Tewas, Militan Islam Pakistan Salat Ghaib  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Islamabad - Laskhar-e-Taiba (Let), kelompok militan Islam di Pakistan, meminta seluruh pengikutnya salat ghaib. Usamah Bin Ladin dianggap mati syahid dan sebagai orang besar yang membangkitkan semangat dunia muslim.

    Menurut juru bicara Hafiz Mohammed, pemimpin organisasi yang pernah melakukan serangan ke Mumbai, India, 2008, seluruh pengikut LeT diminta salat ghaib demi menghormati "orang besar" serta melanjutkan perjuangannya di seluruh muka bumi.

    "Usamah Bin Ladin adalah orang besar yang membangkitkan semangat dunia muslim," ujar Yahya Mujahid, seraya menyebutkan bahwa para pengikutnya telah melaksanakan salat ghaib di markas LeT di Punjab, ibu kota Lahore, Senin, 2 Mei 2011.

    "Mati syahid bukanlah kerugian, tapi menjadi sebuah kebanggaan bagi muslim," kata Saeed.

    "Usamah Bin Ladin telah memberikan pengorbanan yang besar bagi Islam dan kaum muslimin. Pengorbanan ini senantiasa akan diingat."

    LeT, salah satu organiasi fundamentalis terbesar di Asia Selatan, pernah melakukan serangan berdarah ke Mumbai, kawasan pusat bisnis India, 2008, menyebabkan 166 orang tewas.

    Pendiri organisasi ini, Saeed, sekarang memimpin gerakan amal Islam, sebuah kelompok yang disebut oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai organisasi garis keras. Pengamat Barat percaya LeT terkait dengan gerakan Al-Qaidah, kendati anggapan itu dibantah oleh para pejabat LeT.

    Mujahid menguraikan, saat pelaksanaan salat ghaib untuk Bin Ladin, ribuan pengikut Saeed menitikkan air mata. Usamah Bin Ladin tewas ditembak oleh pasukan khusus Amerika Serikat dalam sebuah operasi rahasia di dekat markas akademi militer Pakistan, di kota kecil Abbottabad, Senin, 2 Mei 2011, dini hari waktu setempat.


    REUTERS | CA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.