Tewasnya Bin Ladin Disambut Gembira  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menara World Trade Center (WTC) terbakar dalam peristiwa 9/11 pada 2001 di New York, AS. REUTERS/Stringer

    Menara World Trade Center (WTC) terbakar dalam peristiwa 9/11 pada 2001 di New York, AS. REUTERS/Stringer

    TEMPO Interaktif, Mary Fetchet terkejut. Lewat telepon, Frank, suaminya, memberi kabar: Usamah bin Ladin tewas. Tak percaya, ia lalu menyalakan televisi. Dengan tegang, Mary menyaksikan pidato Presiden Barack Obama. Ternyata kabar yang disampaikan suaminya itu benar, Bin Ladin tewas di Pakistan pada Minggu, 1 Mei 2011, dinihari.

    "Saya yakin semua orang terkejut," kata Mary. "Tapi saya lega. Seluruh keluarga dan negara ini lega dan bersyukur." Bagi perempuan 61 tahun yang menetap di New Canaan, Connecticut, itu, Bin Ladin adalah mimpi buruk. Selama sepuluh tahun terakhir hatinya terluka bila mendengar nama Bin Ladin. Teroris itu mengingatkan dia akan sosok Brad, putranya yang tewas dalam serangan 11 September 2001 di usia 24 tahun.

    Terbunuhnya Bin Ladin memang tak bisa menghapus duka itu. "Tapi, paling tidak, para warga yang kehilangan anggota keluarganya lega. Dia tak bisa lagi menciptakan serangan," kata Direktur Voices of September 11, sebuah lembaga yang peduli kepada keluarga korban serangan 11 September, ini.

    Kelegaan Mary juga dirasakan jutaan rakyat Amerika Serikat. Pada dini hari kemarin, ribuan orang turun ke jalan merayakan kematian Bin Ladin yang dianggap sebagai dalang serangan 11 September. Sebagian warga berkumpul di Titik Nol, lokasi bekas berdirinya menara kembar World Trade Center, New York. 

    Perasaan senang juga diungkapkan Gordon Felt, seorang anggota keluarga korban serangan 11 September. "Ini berita penting, tapi tetap saja tak bisa menghapus luka kami dan mengembalikan orang yang kami cintai," kata Felt. Adapun Lisa Ramaci, warga New York yang suaminya tewas di Irak saat melakukan tugas sebagai wartawan, merayakan turun ke jalan dengan menggunakan kaus "Obama 1, Osama 0". "Sudah lama saya menanti hari seperti ini," kata Lisa.

    Pemerintah Amerika Serikat tak mau larut dalam kemenangan ini. Sesaat setelah Obama mengumumkan kematian Bin Ladin, Departemen Luar Negeri mengirim pesan peringatan berkunjung (travel alert) bagi warganya di seluruh penjuru dunia. Warga Amerika juga diminta menghindari pertemuan massa dan aksi demonstrasi.

    AP | CT POST | REUTERS | POERNOMO G. RIDHO




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.