Putra Qadhafi Tewas, Massa Bakar Kedutaan Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moammar Qadhafi. AP/Pier Paolo Cito

    Moammar Qadhafi. AP/Pier Paolo Cito

    TEMPO Interaktif, Tripoli - Massa menyerang kedutaan besar negara-negara Barat dan kantor PBB di Tripoli Minggu, 1 Mei 2011,  setelah NATO mengebom rumah putra Muammar Qadhafi. Serangan itu menewaskan putra Qadhafi dan tiga cucunya berusia 6 bulan hingga 2 tahun.

    Rusia mengatakan aliansi Barat telah melewati mandat PBB untuk melindungi warga sipil Libya dengan serangan itu.

    Beberapa kedutaan besar itu kosong dan tidak ada yang dilaporkan terluka, namun serangan itu menaikkan ketegangan antara rezim Libya dan negara-negara Barat, sehingga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menarik staf internasionalnya keluar dari ibu kota.

    Pemboman itu tidak memperlambat serangan pasukan Qadhafi di benteng-benteng pemberontak di bagian barat Libya yang sebagian besar masih di bawah kendali rezim.

    Pelabuhan pemberontak Misrata, yang telah dikepung pasukan Qadhafi selama dua bulan, mendapat serangan berat hari Minggu dan setidaknya 12 orang tewas, kata seorang tenaga medis.

    Qadhafi telah berulang kali menyerukan gencatan senjata, terakhir pada hari Sabtu, tetapi tidak menghentikan serangannya ke Misrata, kota berpenduduk 300 ribu di mana ratusan telah tewas sejak pemberontakan melawan penguasa Libya meletus pada pertengahan Februari.

    Para pemberontak, yang mengendalikan sebagian besar wilayah Libya timur, tidak mampu memperoleh keuntungan di medan perang meski dibantu serangan udara NATO yang telah berminggu-minggu.

    Pejabat aliansi dan pemimpin sekutu dengan tegas menyangkal mereka memburu Qadhafi untuk memecahkan kebuntuan antara pasukan pemerintah yang lebih terlatih dan pemberontak yang bersenjata ringan.

    Letnan Jenderal Charles Bouchard dari Kanada, yang memimpin operasi NATO di Libya, mengatakan bahwa, "Kami tidak menargetkan individu."

    Namun, para pemimpin AS, Inggris dan Prancis telah mengatakan Qadhafi harus pergi, yang memicu peringatan anggota Dewan Keamanan PBB Rusia, Cina dan Brasil terhadap upaya NATO untuk mengganti rezim.

    Dalam pernyataan kerasnya, Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Minggu menuduh NATO "menggunakan kekuatan tidak proporsional" dan meragukan pernyataan NATO bahwa mereka tidak menargetkan Qadhafi atau anggota keluarganya. Rusia menyerukan gencatan senjata segera.


    AP | ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.