Bunga Bangkai Mekar di Swiss  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengerubungi Titan Arum (amorphophallus titanum) di University of Basel, Swiss. AP/Keystone, Georgios Kefalas

    Pengunjung mengerubungi Titan Arum (amorphophallus titanum) di University of Basel, Swiss. AP/Keystone, Georgios Kefalas

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Untuk ahli botani, tidak ada yang lebih menarik dari ini: setelah 75 tahun, tanaman Titan Arum membentangkan daun dan mekar penuh.

    Bagi penonton yang penasaran, mereka mungkin menyadari bahwa melihat sekali dalam seumur hidup telah lebih dari cukup--karena bau busuknya.

    Bunga itu, yang dijuluki "Bunga Bangkai", mekar terlambat pada hari Jumat Agung di University of Basel, Swiss, dan diperkirakan akan tetap terbuka sampai Minggu Paskah.

    Bunga berukuran sekitar 1,5 meter yang tumbuh di hutan hujan Sumatera di Indonesia ini memiliki tunas tidak bercabang terbesar di dunia. Rata-rata, mereka berbunga sekali dalam satu dekade.

    Titan Arum didambakan oleh kolektor dan pencinta tanaman di seluruh dunia karena pola mekarnya yang aneh.

    Ia menghasilkan kelopak payung yang jika terbuka berdiameter 1 hingga 1,2 meter.

    Baunya yang khas dapat dideteksi dari setengah mil jauhnya. Bau, yang biasanya kuat di malam hari, dimaksudkan untuk menarik penyerbuk seperti kumbang bangkai dan lalat.

    Dua belas dari mereka berada di Royal Botanic Gardens, Kew, di Princess of Wales Conservatory di antara ratusan tanaman tropis lainnya.

    Saat tanaman siap untuk penyerbukan, batang memanas untuk melepaskan aroma yang tajam, yang berlangsung selama 3 hari.

    Arum terbesar di kebun Kew memiliki berat 200 pon (90,7 kilogram) dan tumbuh pada tingkat yang mengejutkan seperempat inci per jam.

    Ia diberi pupuk cair dan potasium setiap minggu untuk menjaga kekuatannya saat berada di lingkungan yang lapang.

    Sir David Attenborough, yang menemukan nama Titan Arum, adalah orang pertama yang menangkapnya berbunga pada film untuk serial TV BBC "The Private Life of Plants".

    Dia meninggalkan nama aslinya Amorphophallus mungkin karena merujuk pada alat kelamin laki-laki.


    DAILY MAIL | ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.