Dua Wartawan Tewas di Libya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pewarta Foto dan Pembuat film Tim Hetherington (kanan) dan Pewarta Foto Getty Images Chris Hondros.      REUTERS

    Pewarta Foto dan Pembuat film Tim Hetherington (kanan) dan Pewarta Foto Getty Images Chris Hondros. REUTERS

    TEMPO Interaktif, Misrata - Dua wartawan foto menjadi korban Perang Libya. Mereka adalah Tim Hetherington asal Inggris dan Chris Hondros, warga negara Amerika Serikat. Mereka diduga terkena ledakan granat dalam pertempuran di Kota Misrata, Rabu (20/4).

    Hetherington tewas setelah mengalami pendarahan parah di kaki. Sementara, Hondos meninggal karena luka parah di bagian otak. Hondos juga terkena pecahan granat, sedangkan dua wartawan foto lainnya, Martin, dari kantor berita Panos dan Michael Christpher Brown juga terkena pecahan granat.

    Hetherington (41) dikenal sebagai salah satu sutradara peraih Oscar dalam film dokumenter Restrepo yang berkisah soal pasukan Amerika Serikat di Afghanistan. Saat meliput perang Libya, Hetherington tengah bekerja untuk majalah Vanity Fair. Sementara, Hondros bekerja untuk Getty Images yang berbasis di New York dan dikenal sudah berpengalaman meliput konflik dan perang di seluruh dunia.

    Dalam situs resminya Vanity Fair menyatakan duka citanya atas meninggalnya Hetherington. "Tim akan dikenang dari foto-fotonya yang luar biasa dan dokumenter Restrepo yang memenangkan Oscar," tulis Vanity Fair. Tim tengah berada di Libya dalam proyek multimedianya yang menyoroti isu-isu kemanusiaan di masa perang dan konflik.

    Selain kedua pewarta foto yang tewas itu, dua wartawan lainnya Guy Martin yang bekerja untuk agensi Panos Pictures dan Michael Christopher Brown asal New York terluka di lokasi yang sama.

    Para wartawan ini berada bersama sekelompok warga Misrata yang terjebak dalam hujan tembakan mortir di Jalan Tripoli yang merupakan jalan utama di pusat kota Misrata. Pasukan pro Qadhafi menggempur Misrata sejak akhir Februari lalu dan diperkirakan serangan tersebut sudah mengakibatkan sedikitnya 300 orang warga sipil tewas.

    AP | BBC | PGR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.