Presiden Obama Jadi Korban Rasisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obama digambar seperti monyet (CBS)

    Obama digambar seperti monyet (CBS)

    TEMPO Interaktif, Los Angeles - Memiliki presiden berkulit hitam, tidak berarti menjadikan Amerika Serikat bebas rasisme. Presiden Barrack Obama telah menjadi satu korbannya. Sebuah surat elektronik (e-mail) berisi gambar monyet dengan wajah Obama menyebar di Amerika Serikat. 

    Surat itu dikirim oleh Marilyn Davenport seorang aktivis Partai Teh (Tea Party), partai yang menggunakan nama teh merujuk pada aksi protes di Boston, Massachusetts melawan kebijakan pajak teh oleh pemerintah Inggris pada 1773. Marylin juga anggota komite sentral Partai Republik di daerah Orange, Los Angeles, California Amerika Serikat. Gambar monyet dengan wajah Obama itu dikirim Marilyn pada Jumat pekan lalu. 

    Surat berjudul "Sekarang kamu tahu mengapa tidak ada akta lahir" itu dikirimkan kepada sejumlah rekan separtainya. Surel itu berisi gambar wajah Obama yang sudah disunting dengan program photoshop, ia menjadi anggota kera keluarga yang termuda, begitu tulis surat tersebut. Sebelumnya, kelompok “Birther” menuding akta kelahiran Obama palsu. Mereka menyatakan Obama dilahirkan di luar wilayah Amerika. 

    Marilyn mengklaim gambar itu hanya lelucon dan dimaksudkan hanya kepada beberapa orang saja. "Semua orang yang mengenal saya tahu saya tidak rasis. Itu lelucon. Saya punya banyak teman berkulit hitam," kata Marylin. 

    Namun surat tersebut terlanjur menyebar, surat itu pun telah menyinggung Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Masyarakat Berkulit Hitam (NAACP). Pada Senin 18 April 2011, mereka meminta Partai Republik menyampaikan permintaan maaf, dan memintanya mengundurkan diri dari partai. 

    MSNBC | Huffpost | Aqida






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.