Politikus Curi Perhatian Lewat Aksi Tari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman video Edmond Talmacean sedang menari. telegraph.co.uk

    Rekaman video Edmond Talmacean sedang menari. telegraph.co.uk

    TEMPO Interaktif, Rumania - Beda polisi beda pula gaya politisi. Di Indonesia ada aksi kocak Briptu Norman yang ngetop lewat aksinya mengunggah lypsinc lagu India, "Chaiyya-Chaiyya" ke Youtube. Di Rumania ada seorang politikus yang unjuk kebolehan. Namun ia tak mengunggahnya ke YouTube melainkan tampil di sebuah acara di televisi setempat.

    Namanya Edmond Talmacean. Politikus asal Rumania ini meraih kepopuleran di negaranya setelah berjoget dengan gaya Michael Jackson di sebuah acara televisi.

    Politikus berusia 40 tahun itu memamerkan kepandaiannya menari dan mengajak penonton ikut berjoget bersamanya. Gayanya sangat enerjik meski ia memakai setelan jas lengkap dengan dasi seperti yang terlihat dalam video di The Telegraph, Selasa 18 April 2011.

    Menurut Edmond, menari merupakan satu cara yang tepat untuk menarik perhatian anak muda. Meski demikian tak semua orang senang dengan penampilannya terutama dari politikus lainnya.

    Perdana Menteri Rumania Emil Boc menilai aksi Edmond itu lebih cocok untuk acara hiburan daripada politik. Sementara anggota partai Demokratik Liberal Vasile Blaga mengatakan Edmond sebaiknya mengikuti acara menari bersama selebritas.

    Meski mendapat tanggapan sinis dari kalangan politikus, Edmond justru semakin populer. Blog pribadinya yang sebelumnya menempati urutan 49 dalam tingkat kunjungan, tiba-tiba melejit ke posisi 7 hanya dalam waktu dua minggu.

    Edmond berjanji, meski sekarang semakin terkenal akan tetap rendah hati hingga pemilu yang akan terselenggara bulan depan. "Saya menari, saya bernyanyi. Itu adalah kualitas masyarakat Rumania," katanya.

    THE TELEGRAPH | AQIDA S
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.