Kaizumi Berniat Rombak Kabinet Jepang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tokyo:Perdana Menteri Jepang Junichiro Kaizumi mulai memikirkan serius rencana merombak kabinetnya. Jumat (27/9) esok, dia berniat menemui Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Majelis Rendah Jepang untuk membahas kemungkinan mengganti sebagian menteri. Rencana Kaizumi itu diungkapkan Sekretaris Kabinet Yasuo Fukuda dalam konferensi pers di kantor Perdana Menteri Jepang, Tokyo, Kamis (26/9). Dia memastikan pertemuan itu akan membahas kemungkinan melakukan perombakan menteri dan waktu yang tepat bagi dimulainya kabinet baru pimpinan Ketua Liberal Democratic Party (LDP) tersebut. "Pekan depan bakal ada keputusan final tentang perombakan kabinet, imbuh Fukuda dalam acara yang juga diikuti wartawan Tempo News Room Sri Wahyuni itu. Sebelumnya, beredar kabar reshuffle akan dilakukan Kaizumi pada 30 September. Namun, Fukuda membantah kabar itu karena belum ada keputusan resmi dari pemimpin pemerintahan Jepang tersebut. Sebelum konferensi pers, dua pemimpin partai koalisi LDP, Takenori Kanzaki dari The New Komeito Party dan Takeshi Noda dari The New Conservative Party, mengadakan pertemuan tertutup dengan Koizumi. "Saya minta agar Koizumi melakukan perombakan total terhadap kabinetnya," ujar Kanzaki yang ditemui wartawan usai pertemuan. Noda menambahkan perombakan itu untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dalam melakukan reformasi struktural di Jepang. Noda terutama mengincar penggantian Menteri Keuangan Jepang Hakuo Yanagisawa karena kebijakan ekonominya tidak bisa memperbaiki keadaan ekonomi Jepang yang kritis. Pamor Koizumi menurun drastis saat dia menandatangani kesepakatan bersama Presiden Korea Utara minggu lalu. Rakyat Jepang protes. Korea Utara dianggap belum menyelesaikan kasus penculikan beberapa warga Jepang oleh intelijen negara tersebut. Koizumi berharap perombakan kabinet akan membuat rakyat Jepang kembali memberikan dukungan pada kepemimpinannya. Koizumi juga berniat menjadikan opsi tersebut sebagai awal memperbaharui kebijakan di bidang ekonomi. Saat ini Jepang tengah dilanda kesulitan ekonomi akibat besarnya kredit macet di bank-bank negara itu. Pemerintah pernah memberi subsidi untuk membangkitkan perbankan Jepang namun gagal. (Sri Wahyuni)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.