Protes Pembakaran Al-Quran Meluas, 9 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Amerika Serikat berjaga-jaga setelah terjadi penyerangan di markas PBB, di Kabul, Afganistan(2/4). AP/Musadeq Sadeq

    Tentara Amerika Serikat berjaga-jaga setelah terjadi penyerangan di markas PBB, di Kabul, Afganistan(2/4). AP/Musadeq Sadeq

    TEMPO Interaktif, Kandahar - Sehari setelah pembunuhan tujuh pekerja PBB, protes terhadap pembakaran Al-Quran di Afhganistan berujung kian meluas. Di Kandahar demonstrasi berujung pada kekerasan setelah massa bentrok dengan polisi. Akibatnya, 9 orang tewas.  

    Di Kandahar, yang dikenal sebagai markas Taliban, sejumlah pengunjuk rasa membawa bendera Taliban dan meneriakkan yel, "Hidup Taliban" dan "Bunuh Amerika". Massa marah setelah pendeta Terry Jones membakar Al-Quran pada 20 Maret lalu di Florida, Amerika Serikat.  

    Menurut Abdul Qayoum Pakhla, Pejabat Departemen Kesehatan setempat, sebanyak 9 tewas dan 81 orang luka. Adapun Zalmai Ayoubi, juru bicara gubernur setempat, massa juga menyerah sekolah menengah atas khusus perempuan, mereka juga membakar kelas dan bus sekolah. 

    Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid membantah Taliban terlibat dalam kerusuhan di Maszar-e-Shareef dan Kandahar. "Ini adalah reaksi dari rakyat Afghanistan," kata dia. 

    Sebelumnya, tujuh pekerja PBB tewas dibunuh di Mazar-e- Sharif, Afganistan. Dua di antaranya dipenggal oleh demonstran yang protes pembakaran Al-Quran di gereja Florida, Amerika Serikat.  

    The Telegraph, Sabtu (2/4) menyebutkan korban serangan paling keji kepada pekerja PBB itu termasuk lima petugas keamanan dari Nepal, dan pekerja sipil dari Norwegia, Swedia, dan Rumania. Dalam peristiwa itu, selain pekerja PBB, empat penduduk lokal juga ikut terbunuh.

    Pejabat PBB kepada Daily Telegraph menyatakan jumlah korban kemungkinan bertambah hingga 20 orang. Dalam peristiwa itu, beredar kabar bahwa seorang Kepala Asisten Militer PBB juga ikut terluka. Namun kabar ini belum dapat dipastikan. 

    Penduduk setempat menyatakan sekitar 2.000 orang demonstran menyerang penjaga keamanan PBB di luar Unama. Demonstran merampas senjata mereka, lalu menggunakannya untuk menembaki polisi. 

    Presiden Barack Obama mengecam pembakaran Al Quran oleh seorang pendeta di Amerika Serikat. Dia mengemukakan hal itu menyusul demonstrasi besar  yang  menyebabkan 17 orang tewas di Afgfhanistan.

    "Penodaan atas setiap naskah suci, termasuk Al Qur`an, adalah sangat tidak toleran dan fanatik," kata Obama dalam pernyataan untuk menghormati mereka yang tewas dalam serangan itu. "Namun, menyerang dan membunuh orang yang tidak bersalah sebagai pembalasannya adalah perbuatan melampaui batas kemanusiaan," ujar Obama. 

    NY TIMES | REUTERS | PGR 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?