Filipina dan Australia Akan Mendukung Kerja Sama Intelijen Perangi Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Los Cabos:Perdana Menteri Australia John Howard dan Presiden Filipina Gloria Arroyo mendukung kerja sama intelejen untuk memerangi terorisme yang menyerang wilayah Asia. Saran yang dilontarkan Howard untuk meningkatkan keamanan antar kedua belah pihak telah diterima Arroyo dalam pertemuan empat mata di sela-sela Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Los Cabos, Mexico. Hal ini dikatakan juru bicara Arroyo Ignacio Bunyen seperti dilansir AFP, Minggu (27/10). “Mereka juga mendiskusikan susunan keamanan dan Perdana Menteri Australia Howard menyarankan agar Australia dan Filipina bekerja sama dan berbagi informasi intelijen dan itu diterima dengan baik,” kata Bunye dalam siaran persnya. Baik Australia maupun Filipina telah menjadi korban dari kejahatan terorisme dalam beberapa insiden peledakan. Beberapa wargan negara Australia tewas dalam tragedi Legian, Bali, 12 Oktober lalu. Dan Australia telah menyatakan bahwa yang bertanggung jawab atas peledakan itu adalah Jamaah Islamiyah yang diduga menjadi jaringan terorisme internasional Al-Qaidah. Filipina sendiri masih mencari peta operasi Jamaah Islamiyah, yang sebelumnya telah melakukan pemboman di beberapa tempat yang mengakibatkan 23 orang meninggal dan 200 terluka. Jamaah Islamiah, seperti laporan intelijen Australia, berada di negara-negara Asia seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. (Fitrio-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.