Australia Umumkan Jumlah Warganya yang Tewas dalam Bom Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Sydney:Kementerian Luar Negeri Australia, Minggu (27/10), mengeluarkan konfirmasi mengenai jumlah warganya yang menjadi korban ledakan bom di Bali, Indonesia, 12 Oktober lalu. Disebutkan bahwa angkanya yang resmi adalah 34 orang, sementara 55 orang lainnya masih tidak diketahui keberadaannya. Total korban itu telah mengalami revisi dari jumlah sebelumnya yang diperkirakan mencapai 94 orang. Dalam ledakan bom di Jl. Legian, Kuta, itu tak kurang 190 orang, dari berbagai kewarganegaraan, yang dinyatakan tewas. Seorang juru bicara wanita kementerian luar negeri, seperti dilansir AFP, mengatakan bahwa 89 korban tersebut termasuk tiga orang yang meninggal setelah dievakuasi ke Australia. “Kami masih mencemaskan 55 orang lainnya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya,” kata dia. Pengumuman angka revisi itu dikeluarkan seiring dengan penolakan pemerintah Australia untuk mengubah kebijakan travel advice warning bagi para warganya untuk tidak mengunjungi Indonesia. Hal itu meski Presiden Megawati Sukarnoputri telah merespons balik bahwa tindakan travel warning itu akan berdampak pada kondisi ekonomi Indonesia. Sejak peristiwa ledakan di Bali, pemerintah Australia telah menerbitkan sejumlah pembaruan terhadap ketentuan keamanan bagi para warganya yang ingin melintasi negara-negara di Asia Tenggara. Mereka juga menyarankan warganya meninggalkan Indonesia, kecuali sedang ada keperluan bisnis yang mendesak. Menteri Kehakiman Australia Chris Ellison, mengatakan, pihaknya harus melakukan itu semua sepanjang keselamatan warganya masih menjadi prioritas, meski hal itu membawa dampak pada ekonomi Indonesia. “Dapat dipahami Indonesia sangat mengkhawatirkan kondisi industri pariwisatanya, tempat-tempat seperti Bali adalah urat nadi (pariwisata Indonesia),” kata dia. Ellison menambahkan, “Memang sangat tidak mengenakkan bahwa tindakan kami akan merusak kinerja dan nafkah sehari-hari masyarakat Indonesia dan Bali. Tetapi sebagaimana yang telah dinyatakan oleh PM Jhon Howard bahwa perlindungan warga Australia adalah prioritas kami, prioritas utama kami.” (Wuragil-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.