Liga Arab Gelar Pertemuan Darurat Soal Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Organisasi negara-negara Arab, Liga Arab, akan mengelar pertemuan darurat untuk membahas permasalahan Irak. Rencananya, pertemuan tersebut akan digelar di Kairo, Mesir, 27 Februari mendatang, seperti ditulis harian Al-Ahram, hari ini, Minggu (16/2). Pertemuan darurat baru bisa dilakukan pada 27 Feruari karena sejumlah pemimpin negara Arab akan menghadiri konferensi Gerakan non-Blok di Malaysia 20-25 Februari. Pertemuan yang diprakarsai Presiden Mesir, Hosni Mubarak, itu bertujuan agar negara-negara Arab menyatukan sikap agar suara mereka didengar oleh para pengambil keputusan di Eropa dan AS. Seorang pejabat pemerintah setempat, mengatakan pertemuan darurat telah dipersiapkan sejak Sabtu (15/2), ketika 20 menteri luar negeri negara Arab dan perwakilan Liga Arab dari Oman dan Muritania menggelar pertemuan pendahuluan. Upaya tersebut merupakan ekspresi kekhawatiran para pemimpin Arab bahwa serangan ke Irak akan mengancam stabilitas Timur Tengah. Selain pertemuan darurat tersebut, para pemimpin nagara Arab juga dijadwalkan akan mengikuti konferensi tahunan Liga Arab yang dipindahkan dari Bahrain ke Kairo. Sekjen Liga Arab, Amr Mussa, mengatakan kepada pers, ada konsensus di antara negara-negara Arab dalam menolak aksi militer terhadap Irak, sehingga pertemuan darurat digelar. Menurut kesepakatan yang ada, segala tindakan terhadap Irak dan inspeksi senjata (PBB) harus melalui persetujuan Dewan Keamanan PBB, ujar Mussa usai mengikuti pertemuan pendahuluan tersebut. Ditegaskannya pula, negara-negara Arab tidaka akan menerima, bekerja sama, terlibat, mendorong atau menfasilitasi serangan terhadap Irak. Mussa juga mengatakan, tidak satupun negara Arab yang didikte oleh kekuatan asing dalam kasus Irak, meskipun negara-negara teluk macam Kuwait, Qatar dan Bahrain menjadi basis militer AS untuk menyerang Irak. Sementara, harian Al-Akhbar, melaporkan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mendukung Prancis sebagai negara yang berusaha mengkampanyekan upaya damai untuk melucuti senjata pemusnah massal Irak. Pertemuan ini juga akan memberikan masukan bagi Presiden AS, George Bush dan Presiden Irak, Saddam Hussein, untuk mencari jalan damai. Pesan yang ingin disampaikan tidak hanya peringatan terhadapa AS akan ancaman perang bagi stabilitas politik dan ekonomi Timur Tengah, tetapi juga pesan kepada Saddam untuk menghormati resolusi PBB (1441 tentang perlucutan senjata pemusnah massal), tulis Al-Akhbar. Harian tersebut juga tampak memuji Prancis dan secara terang-terangan memojokkan AS yang beberapa waktu lalu kalah dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB. Prancis adalah hati nurani dunia, sedangkan AS adalah ototnya, tulis editorial harian yang dipimpin orang dekat Hosni Mubarak, Galal Dawidar, itu AS juga dinilai terlalu bernafsu untuk menyerang Irak, bahkan dengan dukungan minoritas dunia (Inggris dan Spanyol) sekalipun. Sikap yang dianggap tidak rasional. AFP/Adek

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.