Ledakan di Turki Bom Bunuh Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Dua ledakan di Ibu Kota Turki, Istanbul, Kamis (20/11) pukul 11.00 pagi waktu setempat, diduga adalah bom bunuh diri. Saksi-saksi mata yang menyaksikan maupun menjadi korban ledakan itu menyebutkan kedua ledakan berasal dari mobil yang meledak di dekat gedung. Korban tewas dalam ledakan ini bertambah menjadi 25 orang dan 400 orang terluka.Ledakan pertama terjadi di kantor HSBC yang terdiri dari 18 lantai. Potongan-potongan badan manusia bercampur dengan pecahan kaca dan bagian-bagian dari mobil yang hancur memenuhi jalanan di sekitar ledakan. Ledakan lainnya terjadi lima menit berselang, di tembok yang memagari taman gedung Konsulat Inggris di distrik Beyoglu.Gedung konsulat Inggris itu terletak di distrik Beyoglu, sebuah kawasan yang populer bagi turis dengan toko, bar, bioskop, dan restoran. Sebelumnya gedung itu bersebelahan dengan konsulat Amerika yang telah dipindahkan ke distrik lain beberapa bulan silam. Seorang saksi mata menyaksikan ledakan dari bus yang ditumpanginya saat melewati gedung bank. "Saya pikir seseorang memukul bus kami dari belakang. Ketika saya berpaling, saya melihat asap hitam tebal. Mobil-mobil hancur di sekitar kami dan saya melihat ceceran bagian tubuh di roda bus," kata Mehmet Altan.Seorang korban terluka, Mehmet Celik, mengaku melihat sebuah pickup coklat meledak di depan kantor HSBC. Suleyman Karatas, seorang staf HSBC mengatakan setidaknya ada 600 orang staf bank yang terluka. Sementara itu saksi mata lainnya, Hakan Kozan, 29 tahun, yang berada dekat gedung konsulat menyebutkan, sebuah pickup putih bertanggung jawab atas ledakan itu. "Saya mendengar bunyi rem dan sepuluh detik kemudian ledakan terjadi," kata dia. Menteri Dalam Negeri Turki, Abdulkadir Aksu, mengatakan ledakan itu masih terkait dengan ledakan di Sinagog Yahudi lima hari lalu. 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri itu. AFP/AP/ABCNews/Deddy Sinaga - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.