Inggris, Jerman dan Denmark Minta Warganya Tinggalkan Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, London:Pemerintah Jerman, Inggris dan Denmark secara bersama-sama memerintahkan seluruh warga mereka untuk meninggalkan Indonesia. Kebijakan itu dikeluarkan ketiga negara tersebut, Kamis (17/10). Ini tidak bisa dilepaskan dari pengeboman di Bali, yang tercatat serangan teroris terbesar pasca tragedi 11 September 2001. Seperti dikutip AFP, Inggris juga berniat menarik para diplomatnya yang tidak dibutuhkan lagi di Indonesia. Alasan penarikan untuk menghindari kejadian-kejadian tak diinginkan menyusul tragedi Bali yang menewaskan 184 orang dan menciderai 300 lebih korban. Sekretaris Luar Negeri Inggris, Jack Straw, menyatakan para warga Inggris dilarang pergi ke beberapa wilayah Indonesia. Pengeboman di Bali – yang selama ini dikenal aman bagi turis asing – memperlihatkan, warga negara Inggris turut menjadi korban. Sedikitnya 29 orang tewas. “Kami juga akan mengawasi seluruh biro perjalanan yang daerah tujuannya Bali atau wilayah Indonesia lain,” ujar Straw. Inggris juga menghimbau semua warganya untuk segera meninggalkan Indonesia jika tidak ada kepentingan mendesak. Pemerintah Jerman dan Denmark mengeluarkan instruksi yang tidak jauh berbeda dengan Inggris. Dalam tragedi bom Bali, satu warga Jerman jadi korban dan tujuh lainnya hilang. Sedangkan juru bicara pemerintah Denmark menyatakan ancaman terhadap target-target milik warga barat semakin meningkat saat ini. Selain itu pihak Denmark juga menyerukan semua warganya di Filipina, Malaysia dan Thailand untuk berhati-hati ketika berada di ruang publik seperti restoran, bar, night club dan diskotek. Tiga warga Denmark dinyatakan hilang akibat pengeboman Bali. Sebelumnya, Australia dan Selandia Baru mengeluarkan himbauan serupa. (Cahyo Junaedy – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.