Sri Lanka Dilanda Banjir, Pemerintah Kerahkan 28 Ribu Tentara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Kailapillai Ruthiran

    AP/Kailapillai Ruthiran

    TEMPO Interaktif, Kolombo - Pemerintah Sri Lanka mengerahkan ribuan tentara untuk menyelamatkan korban banjir di tengah, utara, dan timur provinsi.

    Menurut pejabat setempat, air bah dari langit itu menelan sedikitnya 13 nyawa penduduk.

    Lebih kurang 28 ribu tentara didukung alat transportasi udara, helikopter, dan perahu karet angkatan laut, dikerahkan untuk menyelamatkan korban banjir serta menyalurkan makanan.

    Pengerahan pasukan sebanyak ini, kata pejabat, merupakan oprasi militer terbesar sejak pemerintah menaklukkan gerilyawan Macan Tamit beberapa tahun lalu.

    "Aliran bantuan makanan ke kawasan bencana berjalan sangat lambat," kata Mayor Jenderal Boniface Perera, komandan pasukan militer Sri Lanka di kawasan timur.

    Pemerintah, kata Perera, menyalurkan bantuan makanan bayi, obat nyamuk, serta perlengkapan medis dan obat-obatan ke kawasan yang terendam banjir.

    Operasi militer ini menyusul perintah Presiden Mahinda Rajapaksa usai mengunjungi daerah terparah terkena serangan banjir, Rabu (12/1). Ketika mengunjungi distrik Polonnaruwa, Rajapaksa terpaksa kembali ke Kolombo karena helikopter yang ditumpangi tak sanggup menjalankan perjalanan ke distrik Batticaloa dan Ampara akibat cuaca buruk.

    Di Kolombo, Presiden memerintahkan seluruh pejabat pemerintah agar mengambil langkah-langkah penyelamatan bagi korban banjir. Sementara itu, organisasi pemerintah dan swasta di Kolombo dan di daerah pinggiran mengumpulkan bantuan untuk disalurkan ke korban.

    Rabu (12/1) waktu setempat, dua pemuda dikabarkan tersengat aliran listrik ketika keduanya memanjat pohon guna menghindari aliran banjir yang kian meninggi di desa Ariyampathu, sebelah timur ibu kota Batticaloa.

    Menurut Pusat Manajemen Bencana di Kolombo, sedikitnya 900 ribu orang di tiga provinsi menderita akibat banjir. Sekitar 195 ribu orang kehilangan tempat tinggal sehingga terpaksa tinggal di tenda-tenda.

    CNN | CA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?