Ribuan Warga Brisbane Mengungsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir menerjang  Toowomba, sebelah barat Brsibane (10/1). REUTERS/Tomas Guerin

    Banjir menerjang Toowomba, sebelah barat Brsibane (10/1). REUTERS/Tomas Guerin

    TEMPO Interaktif, Brisbane - Banjir bandang kemarin terus menghantam Brisbane, kota terbesar ketiga di Australia. Banjir di ibu kota Queensland itu mengharuskan ribuan orang meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Bencana tersebut juga sempat memicu kepanikan warga memborong bahan makanan. Dilaporkan, 51 orang hilang tersapu banjir terburuk yang melanda Australia dalam satu abad ini tersebut.

    Selain korban hilang, 16 orang tewas akibat bencana yang menimpa kawasan utara Queensland sejak bulan lalu itu. Tak hanya memakan korban jiwa, banjir juga melumpuhkan industri batu bara, menghancurkan infrastruktur, memerosotkan ekonomi, dan melemahkan mata uang lokal dalam empat pekan terakhir.

    Banjir diperkirakan memuncak di Brisbane, kota berpenduduk 2 juta orang dan terletak di pinggiran sungai, pada dua hari terakhir. Kota terparah adalah Ipswich, sebuah kota satelit di sebelah barat Brisbane. Kota ini dihantam banjir sejak Rabu lalu.

    "Banjir terus meluas dan menelan kota, benar-benar menyedihkan," kata Wali Kota Ipswich Paul Pisasale. Banjir menyebabkan lebih dari 1.500 penduduk Ipswich dipindahkan ke tempat penampungan. Banyak pengungsi yang meninggalkan rumah mereka hanya membawa pakaian di badan saat banjir mengepung kota.

    Perdana Menteri Queensland Anna Bligh mengatakan negaranya saat ini benar-benar dicengkeram bencana alam yang sangat serius. "Kita sekarang menyaksikan ribuan rumah terendam air hingga atap," katanya.

    Banjir tak hanya menyengsarakan warga Queensland. Bencana ini juga mempengaruhi konsumen di seantero Negeri Kanguru karena melangitnya harga buah dan sayuran akibat krisis banjir. 

    REUTERS | HERALDSUN | THE ASUTRALIAN | SUNARIAH

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.