Reli Kaus Merah Bisa Berujung Pemecatan Ribuan Pekerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unjuk rasa kelompok kaus merah di Thailand. REUTERS/Sukree Sukplang

    Unjuk rasa kelompok kaus merah di Thailand. REUTERS/Sukree Sukplang

    TEMPO Interaktif, Bangkok -Para pelaku bisnis di pusat kota Bangkok yang gusar, siang tadi mengatakan bahwa ribuan pekerja berisiko kehilangan pekerjaannya jika para pengunjuk rasa anti pemerintah, Kaus Merah, meneruskan reli dua kali saban bulan.

    Tercatat belasan ribu demonstran berpakaian serba merah tumplek di Bangkok pada Ahad lalu untuk reli damai dan kelompok itu telah berjanji untuk menggelar aksi serupa dua kali sebulan di distrik Ratchaprasong, pusat belanja kelas atas.

    Ratchaprasong Square Trade Association (RSTA) hari ini menggelar sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva untuk membahas ketidakpuasan atas Kaus Merah, yang berdemonstrasi panjang selama dua bulan tahun lalu berakhir dalam sebuah pembrangusan militer berdarah.

    “Demonstrasi adalah hal baik tapi harus ada batasan dan tidak ada pelanggaran hak-hak dasar orang lain,” ujar Presiden RSTA, Chai Srivikorn setelah pertemuan itu di Bangkok. “Jika situasinya terus seperti ini akan mempengaruhi kepercayaan wisatawan dan daya saing negara,” imbuhnya kepada wartawan.

    Dalam sebuah surat terbuka kepada Abhisit, RSTA mengatakan 2088 pelaku bisnis tahun lalu total kehilangan pendapatan hampir 11 miliar baht (sekitar US $ 250 juta) terkait reli massa yang menimbulkan korban tewas 90 orang akibat bentrok antara para pendemo dan pemerintah.

    The Straits Times | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.