Michael Jackson Dibunuh Dokternya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter pribadi Michael Jackson, Conrad Murray, memperhatikan pengacaranya di pengadilan Los Angeles (9/2). Jaksa menuduh Murray melakukan pembunuhan tidak sengaja terhadap Michael Jackson. AP/Mark Boster, Pool

    Dokter pribadi Michael Jackson, Conrad Murray, memperhatikan pengacaranya di pengadilan Los Angeles (9/2). Jaksa menuduh Murray melakukan pembunuhan tidak sengaja terhadap Michael Jackson. AP/Mark Boster, Pool

    TEMPO Interaktif, LOS ANGELES – Dokter terakhir yang merawat raja pop Michael Jackson, Conrad Murray, akhirnya diperintahkan untuk diadili dengan dakwaan telah membunuh Jackson. Murray dituduh telah memberikan obat yang menyebabkan penyanyi 50 tahun itu overdosis dan meninggal pada 25 Juni 2009 lalu.

    Perintah ini keluar setelah staf koroner Los Angeles memberi kesaksian bahwa penyebab utama kematian Jackson yakni dua obat, propofol dan lorazepam. Murray mengakui memberikan dua obat tersebut, namun dia berkukuh tak bersalah.

    Seperti dilaporkan Rabu, (12/01), resep obat lainnya juga ditemukan dalam tubuh Jackson. Tapi dari seluruh daftar laporan otopsi disebutkan propofal sebagai penyebab dasar kematian sang superstar.    

    Dalam laporan otopsinya, Michael Jackson mendapat obat bius jenis propofol dengan jumlah berlebih, seperti saat menjalani bedah besar, tanpa disertai prosedur yang benar sehingga tewas. 

    Laporan otopsi ini ini diumumkan hampir bersamaan dengan pengumuman bahwa dokter pribadi Jackson, Conrad Murray, resmi didakwa melakukan pembunuhan tanpa rencana pada awal tahun lalu. 

    Doker ini membantu Jackson memberi obat tidur yakni propofol. Tapi ternyata, menurut laporan otopsi, pemberian propofol tidak pernah dilakukan di rumah, bukan rumah sakit, kecuali dalam kasus pembunuhan atau bunuh diri. Selain itu, prosedur pemberian tidak dipatuhi. 

    REUTERS | SUNARIAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.