Yasser Arafat Mati Diracun Israel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat. REUTERS/Abed Omar Qusini

    Poster mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat. REUTERS/Abed Omar Qusini

    TEMPO Interaktif, Ramallah - Penyebab kematian bekas pemimpin Palestina Yasser Arafat terkuak. Hasil investigasi terbaru menyebutkan, Arafat meninggal karena diracun menggunakan thallium. Racun tersebut disusupkan ke dalam makanan dan minuman Arafat. 

    Menurut mantan penasihat senior Arafat, Bassam Abu Sharif, hasil investigasi ini adalah laporan dari analisa forensik Inggris. Thalliun adalah racun berbahaya dan sulit terdeteksi. Biasanya racun ini bekerja setelah masuk lewat mulut. Dia mendunga Israel pelakunya. 

    "Racun ini hasil ekstrak dari rumput laut dan berubah bentuk menjadi cairan, tidak berwarna, tidak memiliki rasa dan tidak berbau," kata Abu Sharif seperti dikutip dari laman AlArabiya.Net, dua hari lalu. 

    Karena karakternya sulit terdeteksi, kata Abu Sharif, Thallium bisa dimasukkan ke dalam makanan atau minuman tanpa disadari. Racun tersebut juga bisa masuk ke tubuh dengan cara disuntikkan lewat pembuluh darah. 

    Namun, kata Abu Sharif, laporan itu menyebutkan, racun itu efektif bekerja bila masuk ke tubuh melalui lidah. "Jadi sangat mungkin thalium masuk lewat teh, air minum, kopi, buah atau obat," katanya. 

    Para ahli racun sangat asing dengan racun ini. Hanya ahli racun di bidang forensik yang bisa mengidentifikasi racun ini di tubuh. "Menurut ahlinya, racun ini sungguh berbahaya dan tidak ada penangkalnya bisa sudah masuk ke tubuh setelah lima jam," ujar Abu Sharif. 

    Bila sudah masuk ke tubuh seseorang, Thallium bisa merusak berbagai organ dalam. Mulai dari, ginjal, hati, paru dan teraakhir otak. 

    Menurut ahli, lamanya racun bekerja tergantung dari berbagai faktor, seperti usia, dan ketahanan tubuh.  "Tapi biasanya, racun ini menjadi mematikan dalam waktu dua hingga delapan bulan, dan bisa menjadi waktu yang cukup untuk si peracun kabur," kata Abu Sharif. 

     Abu Sharif mengingatkan Presiden Palestina saat ini Mahmoud Abbas atas kemungkinan dia diracun seperti Arafat. "Kemungkinan Israel ingin menyingkirkannya bersama Perdana Menteri Salam Fayyad, Israel ingin Palestina tidak memiliki pemimpin," uajrnya. 

    Abu Sharif mengatakan dia juga telah mengingatkan Arafat beberapa bulan sebelum dia diracun. "Saya katakan, racun adalah senjata utama Israel," katanya. 

    Yasser Arafat meninggal dunia pada usia 75 tahun di rumah sakit Militer Prancis  11 November 2004 pada pukul 03.30 dini hari waktu setempat. 

    Arafat pemimpin Palestina dan seorang penerima Penghargaan Nobel. Semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Presiden Otoritas Nasional Palestina (PNA), 

    Arafat merupakan pemimpin partai politik Fatah yang ia dirikan pada tahun 1959. Arafat menghabiskan sebagian besar hidupnya memerangi Israel untuk memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri bagi Palestina.

    POERNOMO GR 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.