Mereka Pengusaha Media Termuda di Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • web.orange.co.uk

    web.orange.co.uk

    TEMPO Interaktif, Northants - Di tengah ledakan media sosial dan media online, dua remaja asal Inggris berusia 14 tahun membuktikan media cetak masih digemari. Sean Spooner dan Louis Porter membuat majalah lokal bernama Corby, dalam enam bulan, mereka sudah memiliki 5.000 pembaca. 

    Dua remaja ini mengerjakan majalah tersebut dari kamar tidur mereka, bermodal laptop, kamera dan telepon genggam. Isi dari majalahnya, berita dalam bentuk features, peristiwa lokal, dan berbagai kompetisi yang digelar di Corby, Northants, tempat tinggal mereka. 

    Majalah ini gratis, lantas bagaimana biaya produksinya? "Kami mendapatkannya dari iklan," kata Sean seperti dikutip dari laman Orange, hari ini. "Semua ini ide dari kami sendiri, kami memproduksi dan membiayainya dari iklan," ujarnya. 

    Sean menjadi pemimpin redaksi yang berhubungan dengan penulisan dan produksi, sedangkan Louis berhubungan dengan penjualan iklan. Jabatanya Louis, Direktur Bisnis. Tugas Louis, membujuk pengusaha lokal untuk memasang iklan di majalah mereka. 

    "Waktu pertama kali sangat, sangat sulit menjual iklan, karena ketika itu kami belum mencetaknya, baru sebatas ide," kata Louis. "Aku harus menyakinkan bahwa bisnis media cetak ini berkembang dan sukses," ujarnya. 

    Menurut Louis, banyak pengusaha yang ragu dan berpikir, "apakah aku harus menyerahkan uang kepada anak 14 tahun, dan tidak pernah bertemu dengannya lagi," ujar Louis. 

    Saat terbit pertama kali, Juni tahun lalu, hanya memiliki 12 halaman dan dicetak sebanyak 200 eksemplar. Dalam edisi keempatnya, mereka sudah menambah hingga 36 halaman dan memiliki pelanggan tetap yang diantar ke rumah dan kantor sebanyak 1.000 eksemplar. 

    "Rasanya luar biasa ketika majalah itu selesai dicetak, dan fantastis melihat orang-orang membacanya," kata Sean. 

    POERNOMO GR 







     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.