Televisi Spanyol Hentikan Tayangan Matador

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Matador asal Spanyol, Jose Tomas saat bertanding melawan banteng di Malagueta bullring di Malaga, selatan Spanyol, Jumat (21/8). Reuters/Jon Nazca

    Matador asal Spanyol, Jose Tomas saat bertanding melawan banteng di Malagueta bullring di Malaga, selatan Spanyol, Jumat (21/8). Reuters/Jon Nazca

    TEMPO Interaktif, Madrid – Stasiun televisi terbesar Spanyol, RTVE, mengumumkan pihaknya tak akan lagi menayangkan laga manusia melawan banteng alias matador dalam upaya melindungi anak-anak di negara itu dari tontonan yang berbau kekerasan.

    Stasiun milik pemerintah itu mencantumkan larangan penayangan laga-laga matador dalam sebuah bab berjudul "kekerasan terhadap binatang" dalam edisi terakhir buku putih mereka dan menegaskan tak akan lagi menyiarkan adu manusia melawan banteng.

    Salah satu alasan yang dilontarkan RTVE adalah laga matador biasanya digelar berbarengan dengan jam-jam yang dialokasikan khusus untuk melindungi para pemirsa muda.

    "Anak-anak bisa menyaksikan kekerasan terhadap binatang dengan penuh kecemasan dan karenanya kami harus menghindarkan semua itu dengan segala cara," demikian bunyi tulisan dalam buku putih tersebut.

    Spanyol telah lama memperdebatkan perlu tidaknya pelarangan terhadap duel matador yang telah memukau banyak seniman dan penulis dunia seperti Francisco Goya, Ernest Hemingway dan Pablo Picasso.

    Juli lalu, wilayah timur laut Spanyol, Catalonia, menjadi wilayah kedua di negara itu yang melarang duel matador mengikuti jejak Kepulauan Canary yang telah mengharamkan tontotan penuh darah itu sejak 1991.

    RTVE sendiri tak lagi menayangkan duel matador dalam beberapa bulan terakhir dengan alasan rendahnya rating dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk shooting di lokasi-lokasi outdoor.

    Kini, RTVE telah menegaskan untuk memutus semua hubungan dengan kegiatan yang oleh sebagian warga Spanyol dianggap sebagai seni tradisional sementara sebagian lainnya memandang aksi tersebut sebagai olahraga yang kejam dan berdarah yang tak lagi punya tempat dalam masyarakat modern.

    AP | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.