Tugas Berat Pertama DK PBB: Pantai Gading dan Sudan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Thomas Mukoya

    REUTERS/Thomas Mukoya

    TEMPO Interaktif, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melansir tahun kerja baru dengan kesegaran campuran baru negara-negara tidak tetap, termasuk India dan Afrika Selatan yang menunujukkan kemajemukan yang lebih baik, dan merefleksikan dunia modern tapi bisa (memicu) komplikasi dalam upaya-upaya mencapai konsensus.

    Badan PBB yang paling powerful itu dikritik karena sering gagal memenuhi perwakilan dunia, khususnya buat negara-negara miskin dan non Barat. Nah, dewan baru bakal menawarkan kesempatan bagaimana panel yang lebih beragam mungkin bisa lebih bersinergi. Itu jua bakal mengetes para anggota baru soal kemampuan mereka berperan dalam kancah internasinal di atas kepentingan-kepentingan nasional dan regional mereka.

    DK PBB yang baru bersidang pertama kalinya hari ini di markas PBB di New York, mewakili dunia yang bekas negara-negara koloni menjadi pusat ekonomi dan politik baru. Selain itu ada pula India, Afrika Selatan, Brasil dan Nigeria yang kaya minyak menjadi anggota tidak tetap.

    Urusan pertama mereka tak pelak adalah pembongkaran kebuntuan politik di Afrika barat, yakni Pantai Gading, yang berpusat pada presiden incumben yang menolak lengser meskipun banyak negara menyebutnya kalah dalam pemilu baru-baru ini. DK PBB pekan ini juga akan membahas pemilu di Sudan yang diperkirakan bisa memecah negeri terbesar di Afrika itu menjadi dua keping.

    Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.