Panel Presidensial: Minyak Bisa Tumpah Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor burung Pelikan Coklat berenang di laut yang terkena tumpahan minyak di Teluk Meksiko (6/6). Ratusan burung Pelikan mengalami nasib yang sama dengan burung tersebut. REUTERS/Sean Gardner

    Seekor burung Pelikan Coklat berenang di laut yang terkena tumpahan minyak di Teluk Meksiko (6/6). Ratusan burung Pelikan mengalami nasib yang sama dengan burung tersebut. REUTERS/Sean Gardner

    TEMPO Interaktif, Washington -Keputusan-keputusan demi menghemat waktu dan uang menciptakan jumlah risiko yang tidak masuk akal yang memicu tumpahan minyak lepas pantai terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Dalam konklusi panel presidensial penyelidikan ledakan di sumur minyak British Petroleum di Teluk Meskiko yang dilansir hari ini, di Washington, Amerika Serikat,  juga menyebutkan bencana itu bisa terjadi lagi bila tanpa adanya reformasi signifikan oleh industri perminyakan dan pemerintah.

    Komisi pencari fakta -hasilnya diminta oleh Presiden Barack Obama setelah ledakan rig pada 20 April- menggambarkan problem-problem sistemik dalam industri energi lepas pantai dan regulator pemerintah yang mengawasi itu.

    Keputusan-keputusan yang buruk menyebabkan masalah teknis yang oleh komisi, dan diminta oleh BP dan Kongres, telah diidentifikasi berkontribusi atas kecelakaan yang menewaskan 11 orang dan menimbulkan 800 juta liter minyak tumpah dari sumur BP dan menggenangi seluas satu mil di Teluk Meksiko.

    BP, Halliburton dan Transocean, tiga perusahaan kunci yang terlibat dalam sumur dan pengeboran yang meledak, masing-masing membuat keputusan individual yang meningkatkan risiko-risiko suatu ledakan tapi telah menghemat secara signifikan waktu atau uang.

    Tapi pada akhirnya, bencana Deepwater Horizon datang ke suatu kegagalan tunggal, ujar panel, manajemen. Ketika keputusan dibuat, tak satu pun mempertimbangkan risiki yang mereka ambil. Dalam satu contoh seperti dikutip komisi, suatu permintaan BP untuk mengatur sebuah “sumbat semen kedalaman yang tak biasa” tersebut telah disetujui Badan Manajemen Mineral dalam 90 menit. Keputusan itu adalah satu dari sembilan teknik dan rekayasa yang disebut komisi itu meningkatkan risiko suatu ledakan.

    AP | Reuters | dwi a


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.