Dilma, 'Iron Lady', Presiden Brasil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brasil Dilma Rousseff. AP/Eraldo Peres

    Presiden Brasil Dilma Rousseff. AP/Eraldo Peres

    TEMPO Interaktif, Lompatan besar dan nyaris tanpa gangguan. Begitulah Dilma Rousseff, 62 tahun, menapaki karier politiknya menjadi orang nomor satu di Brasil. 
    Pada minggu pertama di awal tahun 2011, ia resmi menggantikan Luiz Inacio Lula da Silva, 65 tahun. Lula telah membawa Brasil keluar dari krisis ekonomi dan sekarang menjadi raksasa ekonomi dunia. 

    Pesta perpisahan berlangsung megah pada Sabtu sore lalu. Dengan mengendarai mobil Roll Royce, Lula dan Dilma berkeliling kota. Mereka kemudian ke istana presiden mendengarkan sumpah Dilma sebagai presiden untuk empat tahun ke depan. 

    Inilah pertama kalinya Brasil dipimpin oleh seorang perempuan. Lewat pemilihan presiden tahun lalu, Dilma, yang didukung Partai Pekerja (Workers Party), meraih kemenangan. "Saya akan melanjutkan jalan yang dirintis Lula," kata Dilma kepada pendukungnya saat berkampanye tahun lalu. 

    Sejatinya, Dilma adalah wajah lama dalam pemerintahan Lula. Ia bergabung dengan seniornya itu di Workers Party pada 2003 sebagai Menteri Energi. Ia dipuji karena mampu menyelesaikan persoalan krisis listrik berkepanjangan. Namun ia kerap kali bersitegang dengan Menteri Lingkungan Marina Silva. 

    Ketegasan dan intelektualnya yang cemerlang di bidang ekonomi, perbankan, dan energi membuat Lula menunjuk Dilma sebagai pemimpin stafnya pada 2005. Penunjukan ini dilakukan setelah merebak skandal korupsi di tubuh pemerintahan Lula. Ibu dengan satu anak perempuan itu menempati posnya hingga Maret 2010. 

    Setelah itu ia memilih terjun ke politik menjadi kandidat presiden. Sepertinya, jalan terbuka mulus buat Dilma. Lula sudah lama mempersiapkannya. Ia bahkan menyebut Dilma sebagai "ibu negara." 

    Silva, yang kerap berseberangan dengannya, juga terjun ke panggung politik dengan didukung Partai Hijau (Green Party). Namun ia gagal menjegal Dilma. 

    Dilma dikenal keras dan cenderung kasar. Bahkan dijuluki Iron Lady. Ini dipengaruhi oleh kehidupan masa kecilnya. Ayahnya, Pedro Rousseff, adalah pelarian politik dari Bulgaria yang menjadi imigran sukses di Brasil. Mereka termasuk keluarga kelas atas. Dilma menjalani pendidikan dasarnya di rumah dengan diasuh oleh para biarawati. 

    Ia menikmati pendidikan di luar sekolah saat menginjak remaja. Ia melahap buku-buku tentang sosialisme dan marxisme, yang kemudian membawanya bergabung dengan partai politik sayap kiri. 

    Saat Brasil di bawah kekuasaan diktator militer pada 1964, Dilma melakukan perlawanan di bawah tanah. Ia pun tertangkap dan dimasukkan ke penjara pada 1970. Selama tiga tahun ia mendekam di penjara dan mengalami siksaan. 

    Para analis politik menilai tantangan ke depan Dilma adalah sikap kerasnya itu. Tidak seperti Lula, yang dianggap sempurna sebagai politikus. Dilma pun disarankan untuk segera meningkatkan keterampilan negosiasinya untuk bisa serasi dengan kongres dalam membahas agenda-agenda politik ke depan. 

    BBC I CBC IAGENZIA GIORNALISTICA ITALIA I MARIA H








     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.