Bom Gereja Koptik, Pemerintah Mesir Tahan 7 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga-jaga di lokasi ledakan bom di Gereja Coptic Christian Saints Church,  Alexandria, Mesir, (1/1). AP/Ben Curtis

    Polisi berjaga-jaga di lokasi ledakan bom di Gereja Coptic Christian Saints Church, Alexandria, Mesir, (1/1). AP/Ben Curtis

    TEMPO Interaktif, Pemerintah Mesir bergerak cepat mengusut bom bunuh diri di gereja koptik, Alexandria. Dalam sebuah pernyataan resmi, pemerintah Mesir sempat menangkap 17 orang, sebanyak 10 orang di antaranya dilepaskan dan menahan sisanya. Namun polisi belum melansir nama-nama mereka yang ditahan. 

    Selain menahan sejumlah orang yang diduga terkait bom bunuh diri itu, polisi juga masih menyelidiki dua kepala yang ditemukan di tempat kejadian tersebut. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi meyakini, pelaku melakukan bom bunuh juga sebuah bom yang ditaruh di dalam mobil. 

    Pengamat terorisme dari al-Ahram Centre Diaa Rashwan menduga Al-Qaida berada di balik bom ini. "Dari aspek teknis dan banyaknya korban, terlihat ada jejak Al-Qaida dalam peristiwa ini," ujarnya. Sampai berita ini diturunkan, belum ada yang mengklaim bertanggungjawab dalam peristiwa ini. Namun polisi fokus dalam sebuah kelompok Islam yang terinspirasi dengan Al-Qaida tapi tidak berhubungan langsung dengak kelompok tersebut. 

    Pada Sabtu lalu sebuah bom bunuh diri meledak di gereja umat Kristen Koptik di Alexandria. Menurut pemerintah Mesir, sebanyak 21 orang tewas dan 97 luka-luka. Peristiwa ini terjadi saat gereja dalam keadaan penuh dan umat Kristen tengah beribadah. 

    GUARDIAN | PGR 






     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.