Tantangan Rousseff Memimpin Brasil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brasil Dilma Rousseff. AP/Eraldo Peres

    Presiden Brasil Dilma Rousseff. AP/Eraldo Peres

    TEMPO Interaktif, Pelantikan itu berlangsung meriah dihadiri warga Brasil yang antusias. “Saya ke sini untuk berterima kasih kepada Lula atas semua yang telah ia lakukan. Jika Dilma bisa melakukan setengah dari itu, saya akan bahagia,” kata Rosale Izabel Figuereido, salah satu di antara ribuan warga. Dia rela melakukan perjalanan dari negara bagian di barat, Mato Grosso do Sul menghadiri pelantikan Rousseff di Brasil.

    Ya, Dilma Rousseff menjadi presiden wanita pertama Brasil pada Sabtu lalu waktu setempat (kemarin dinihari waktu Indonesia) dan berjanji untuk membangun sukses beruntun ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pendahulu dan sang mentor, Luiz Inacio Lula da Silva. 

    Ribuan fan menembus hujan dan mengelu-elukan Rousseff yang dibawa dalam sebuah mobil Roll Royce 1953 dan diapit oleh petugas keamanan yang semuanya perempuan. Mantan pemberontak, yang berevolusi dari waktu ke waktu menjadi seorang pejabat pragmatis, berjanji selama pidato pelantikannya untuk berfokus pada reformasi pajak dan langkah-langkah lain yang dikatakannya bisa membantu memberantas kemiskinan ekstrem dalam dekade berikutnya.

    “Banyak hal membaik di Brasil, tapi itu hanya sebuah awal dari sebuah era baru,” ujar Rousseff, yang sempat tersedak karena emosi selama pidato di depan Kongres. “Janji saya adalah...menghormati para perempuan, melindungi yang paling rapuh, dan mengatur untuk semua.”

    Rousseff, 63 tahun, mewarisi perekonomian yang masih menghadapi banyak tantangan--tetapi tumbuh pada kecepatan yang bakal membuat iri sebagian besar dunia. Lebih dari 20 juta warga Brasil telah terentas dari kemiskinan selama delapan tahun Lula menjabat presiden, sebagian besar berkat kebijakan kesejahteraan sosial dan manajemen ekonomi yang stabil, yang membuat Brasil disayangi para investor di Wall Street. 

    Dekade mendatang juga cerah, secara massif, dengan penemuan cadangan-cadangan minyak lepas pantai yang baru yang bisa dieksploitasi dan Piala Dunia serta Olimpiade yang digelar di Brasil. Di antara tugas-tugas yang harus ditangani Rousseff adalah mata uang yang terlalu tinggi yang menyakiti industri, belanja publik merajalela yang memicu inflasi. Juga birokrasi mengekang inovasi dan investasi. 

    Mungkin tantangan terbesar akan menjalani hidup mencontoh seperti Lula, mantan pemimpin serikat pekerja logam yang meninggalkan kantor dengan rating penerimaan rakyat hingga 87 persen dan nyaris status pahlawan rakyat--terutama di kalangan masyarakat miskin.

    Toh, Rousseff bersumpah pada Sabtu lalu bahwa, “Lula akan tetap bersama kami,”--sebuah sinyal bahwa dia kemungkinan akan berperan penasihat penting untuk pemerintahannya. Lula pada dasarnya ingin Rousseff, mantan Kepala Staf, menjadi penggantinya. Karier sipil yang tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan sebelumnya adalah misteri buat banyak warga Brasil, tapi janjinya untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan Lula sudah cukup membuatnya terpilih pada pemilu Oktober lalu dengan selisih lebar. 

    Rousseff kini memimpin negeri yang empat dekade lalu menetapkannya sebagai musuh. Putri imigran Bulgaria itu aktif melakukan perlawanan atas kediktatoran Brasil pada 1964-1985. 

    Reuters | AP | Dwi Arjanto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.