Asap Terakhir di Surga Rokok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO Interaktif, Para pemilik bar dan restoran di Spanyol sampai saat ini adalah satu dari negara paling ramah di Eropa buat para perokok. Mereka takut larangan merokok di tempat umum yang berlaku mulai akhir pekan lalu akan menghantam mereka dengan keras dan memperburuk krisis ekonomi. 

    “Itu akan mempengaruhi bisnis kami karena orang-orang datang ke sini ingin minum kopi dan merokok,” ucap Fidel, seorang pelayan kafe gaya 1950-an yang penuh asap rokok di Madrid. “Ini bukan waktu yang tepat untuk mengubah undang-undang. Kami bisa mengubahnya ketika (ekonomi) menanjak, bukan sekarang.”

    Larangan yang berlaku kemarin tengah malam itu adalah salah satu yang tersulit di Eropa, yakni menghentikan merokok di semua ruang publik tertutup dan ruang terbuka, seperti area bermain anak-anak dan di luar rumah sakit. Hukuman denda buat mereka yang melanggar aturan dari yang ringan 30 euro hingga 600 ribu euro (US$ 40-802.000).

    “Kita harus ingat bahwa lebih dari 70 persen rakyat Spanyol adalah bukan perokok. Maka logis saja jika berpikir mereka bakal lebih nyaman di bar ketika di sana tak ada asap rokok di dalamnya,” ujar Menteri Kesehatan Leire Pajin ketika berbicara kepada parlemen saat undang-undang itu disahkan awal Desember tahun lalu.

    Federasi Hotel Spanyol memperkirakan undang-undang yang baru bisa menghilangkan hingga 350 ribu pekerjaan--tingkat pengangguran sudah 20 persen. Selain itu, banyak warga Spanyol akan memilih tinggal di rumah ketimbang pergi ke bar dengan sebatang sigaret dan kopi atau bir mereka.

    Pada saat yang sama, pemerintah berjuang membayar defisit besar selama kelesuan ekonomi tampaknya berharap bahwa larangan tersebut tak akan menghentikan banyak warga Spanyol dari merokok. 

    November tahun lalu, di antara berbagai langkah-langkah penghematan, diumumkan suatu kenaikan pajak tembakau yang diharapkan akan membawa ekstra pendapatan 780 juta euro per tahun. Kini para pemilik bar dapat memutuskan apakah akan memungkinkan merokok, bergantung pada ukuran ruangan yang mereka punyai. Bar-bar dan restoran yang luas bisa membangun area merokok tersendiri. 

    Reuters | Dwi A

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.