UFO Tertangkap Radar Militer Argentina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • UFO. (telegraph)

    UFO. (telegraph)

    TEMPO Interaktif, Buenos Aires - Angkatan Udara Argentina menerima laporan soal penampakan unidentified flying objects (UFO) di langit Argentina. Sejumlah pilot dikabarkan melihat penampakan ini, bahkan radar Angkatan Udara Argentina juga mendeteksi UFO tersebut. 

    Beberapa media lokal juga melaporkan menerima banyak foto penampakan UFO ini. Namun mereka ragu, apakah itu foto asli atau tipuan kamera. 

    Untuk membuat lebih terang, Angkatan Udara memutuskan membentuk komisi khusus untuk menyelidiki fenomena UFO ini. "Saat ini masih dalam proses pembentukan," kata Kapten Mariano Mohaupt. 

    Mariano mengatakan Angkatan Udara mencatat banyak laporan soal penampakan UFO ini. Namun data ini masih diolah oleh beberapa ahli, seperti ahli meteor, pilot sipil dan pengawas udara. 

    Sebelumnya, beberapa negara di Amerika Selatan juga mengklaim UFO tampak di negara mereka. Negara tersebut di antaranya Brasil dan Uruguay. 

    Pemerintah Argentina meminta tentara dan piliot sipil untuk melapor bila melihat UFO, jika memungkinkan memotret dan mengirimkannya ke Angkatan Udara Argentina. 

    Pada pertengahan Desember lalu, militer Selandia Baru kemarin merilis ratusan laporan rahasia soal penampakan yang diklaim sebagai obyek terbang tak dikenal (UFO) dan perjumpaan dengan alien. Dokumen bertanggal 1954 hingga 2009 itu dirilis di bawah hukum keterbukaan informasi setelah Departemen Pertahanan Selandia Baru menghapus materi nama-nama dan identitas lainnya.
     
    Dalam dokumen setebal 2.000 halaman, masyarakat, personel militer, dan pilot-pilot komersial mengaku berjumpa dengan makhluk luar angkasa, mayoritas melibatkan sinar-sinar yang bergerak di langit. 

    SIFY | PGR


  • UFO
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.