TV Korea Utara Siarkan Film Barat Pertama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Jong-il. REUTERS/KCNA

    Kim Jong-il. REUTERS/KCNA

    TEMPO Interaktif, Seoul - Di penghujung tahun ini, televisi nasional Korea Utara mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya mereka menyiarkan film barat. Film yang beruntung itu adalah Bend it Like Beckham. Film yang dibintangi Keira Knightley tersebut disiarkan pada 26 Desember lalu. 

    Berita ini disiarkan oleh Duta Besar Inggris untuk Korea Selatan, Martin Uden. Lewat akun Twitter-nya, Uden berkicau: Happy Christmas in Pyongyang. On 26/12 Bend it like Beckham was 1st ever western-made film to air on TV. Well done to UK Embassy 4 arranging. (Selamat Natal Pyongyang. Bend it like Beckham menjadi film barat pertama yang mengudara). 

    Beberapa adegan Bend it like Beckham dipotong oleh pemerintah Korea Utara. Film itu aslinya berdurasi 112 menit, namun dipotong sekitar 8 menit sehingga film ini hanya berdurasi 104 menit di televisi Korea Utara. 

    Warga Korea Utara sangat jarang mendapat hiburan termasuk menonton film. Televisi Korea Utara biasanya  menyiarkan animasi, film pemimpinnya, gambar-gambar perayaan tentara negara, peternakan teladan serta desa teladan. Selama film, sebuah pesan disiarkan: film ini untuk merayakan ulang tahun ke-10 hubungan diplomatik antara Korea Utara dan Inggris.

    Pesan tersebut juga mengungkapkan ini adalah kali pertama Korea Utara merayakan ulang tahun diplomatik dengan memutar film dari negara lain. 

    Bend It Like Beckham bercerita soal perempuan 18 tahun yang merupakan keturunan India dan tinggal di London, Inggris. Dia mencintai sepak bola dan menjadi pemain tim sepak bola lokal.  Namun orang tua-nya melarang dia bermain bola. Fil ini menggambarkan beberapa topik tabu di Korea Utara,  seperti hubungan antar-ras, homoseksualitas dan agama. 
     
    BBC | USA TODAY | MARIA C | PGR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.