Ongkos Liburan Obama Rp 13 Miliar Dikritik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama. REUTERS/Hugh Gentry

    Barack Obama. REUTERS/Hugh Gentry

    TEMPO Interaktif, London - Ongkos liburan keluarga Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Hawaii dikabarkan mencapai US$ 1,5 juta (Rp 13 miliar). Padahal, Amerika Serikat saat ini sedang dilanda badai.

    Perhitungan ongkos liburan Obama mencakup US$ 63 ribu (Rp 566 juta) untuk penerbangan istri Obama, Michelle, dan US$ 16.800 (Rp 151 juta) untuk menginap agen-agen Secret Service serta Navy Seals di pantai selama dua pekan.

    Ada pula tagihan hotel mencapai US$ 134.400 (Rp 1,2 miliar) untuk biaya staf Gedung Putih yang menginap di Hotel Moana dengan harga sewa US$ 400 (Rp 3,6 juta) per hari.

    Estimasi tersebut dibuat Hawaii Reporter. Nilai itu termasuk US$ 250 ribu (Rp 2,25 miliar) untuk ongkos lembur polisi lokal, US$ 1 juta (Rp 8,9 miliar) untuk penerbangan Obama menggunakan Air Force One, dan US$ 10 ribu (Rp 89,9 juta) untuk ambulans lokal yang menemani iring-iringan kepresidenan.

    Biaya tambahan seperti makan staf, sewa mobil untuk staf Gedung Putih, dan perjalanan agen Secret Service tidak termasuk dalam estimasi tersebut. Artinya, biaya liburan Obama diperkirakan lebih besar lagi.

    Hawaii Reporter menilai ongkos tersebut sebenarnya bisa dipangkas. Hawaii Reporter menulis Obama bisa menginap di pangkalan militer, ketimbang sebuah vila mewah dengan nilai sewa US$ 3.500 (Rp 31,4 juta) per hari yang disebut-sebut sebagai "Gedung Putih Musim Dingin". Obama membayar biasa sewa tersebut dari kocek pribadinya.

    "Mereka seharusnya bisa memilih tempat yang lebih murah dan lebih aman untuk menginap seperti rumah di pinggir pantai di Kaneohe Marine Corps Air Station yang hanya makan waktu dua menit dari tempat mereka sekarang," tulis Hawaii Reporter.

    Gedung Putih menyatakan ongkos liburan Obama sesuai dengan presiden-presiden sebelumnya.

    TELEGRAPH| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.