Pesawat Pertama yang Membawa Korban Bom Bali Tiba di Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pesawat pertama Angkatan Udara Australia yang membawa 30 korban luka bakar dalam ledakan bom mobil di Legian, Bali, tiba di Darwin, Senin (14/10) pagi. Menurut salah satu petugas evakuasi kepada AFP, rencananya proses evakuasi ini akan terus dilaksanakan hari ini. Sementara itu, di sekitar lapangan udara telah menunggu 9 ambulan dan sebuah bus medivak besar yang akan membawa para korban menuju RS Royal Darwin. Perjalanan dari lapangan udara hingga rumah sakit diperkirakan akan memakan waktu kurang dari 10 menit. Pesawat pertama yang tiba adalah pesawat jenis Hercules C-130. Setelah mendarat tampak seorang wanita dengan tangan yang dibalut perban diturunkan oleh petugas dengan menggunakan tempat tidur lipat menuju ambulan. Terlihat juga banyak di antara korban yang tidak dapat berdiri, dan beberapa di antaranya menggunakan kursi dorong. Empat buah pesawat Angkatan Udara Australia telah diterbangkan ke Bali untuk membantu proses evakuasi korban dari Bali ke Australia. Tiga pesawat tersebut hingga kini masih berada di Bali, dan diperkirakan Senin pagi akan sampai ke Australia. Pada hari ini Howard akan mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat keamanan tinggi Australia guna membahas serangan bom di Bali Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya telah mengkritik pemimpin Indonesia yang gagal melumpuhkan militan muslim yang dikenal sebagai Jama’ah Islamiyah, yang diyakini memiliki kaitan dengan jaringan Al Qaidah. (AFP/Cahyo Junaedy/Faisal)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.