Presiden Korea Selatan Serukan Solidaritas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak  memeriksa pasukan, saat tiba di Canberra, Australia (5/3) . Lee Myung-bak melakukan kunjungan selama tiga hari ke Australia. Foto: AP/Daniel Munoz, Pool

    Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak memeriksa pasukan, saat tiba di Canberra, Australia (5/3) . Lee Myung-bak melakukan kunjungan selama tiga hari ke Australia. Foto: AP/Daniel Munoz, Pool

    TEMPO Interaktif, Seoul - Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak menyerukan solidaritas bagi seluruh warganya untuk menghadapi agresi Korea Utara. Lee semakin menunjukkan ketegasannya terhadap Korea Utara setelah ketegangan di semenanjung Korea  meningkat akibat dua serangan Korea Utara. 

    "Kita tidak bisa pecah dalam menghadapi ancaman keamanan nasional, karena ini adalah pertaruhan kelanjutan hidup kita dan negara ini," kata Lee dalam siaran radio nasional, Selasa (28/12). 

    Menurut Lee saat ini opini publik terbelah dalam menyikapi serangan Korea Utara atas kapal selam Korea Selatan yang menewaskan 46 pelaut. Begitu juga dalam merespon serangan Pyongyang di pulau Yeonpyong. "Inilah saatnya untuk bersatu agar Korea Utara tak berani melawan kita," ujarnya. 

    Pada Kamis lalu, Korea Utara mengancam akan melancarkan 'perang suci' terhadap Korea Selatan dengan menggunakan penangkal nuklirnya. Korea Utara merasa latihan militer bersama yang digelar Korea Selatan dan Amerika Serikat adalah persiapan perang.

    Lee yang menjabat sejak 2008 banyak dikritik soal kebijakannya terkait Korea Utara. Para analis mengatakan ini membuat Lee tertekan dan memaksanya untuk mengambil langkah tegas yang bisa memicu aksi militer lebih meluas. 

    Para peneliti pemerintah Korea Selatan memperkirakan lima pulau di wilayah Korea Selatan akan diserang Korea Utara. "Kemungkinan besar provokasi Korea Utara akan berlanjut dalam berbagai bentuk, hal ini terkait suksesi di Korea Utara," seperti yang ditulis laporan Institut Strategi Keamanan Nasional. 

    REUTERS | POERNOMO GR 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.