Michelle Obama Menjawab Telepon Pencari Santa Claus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michelle Obama. (topnews.in)

    Michelle Obama. (topnews.in)

    TEMPO Interaktif, Colorado - Beberapa anak menelepon pusat Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) pada malam Natal untuk mencari tahu keberadaan Santa Claus, yang terbang melintasi udara untuk membagi-bagikan hadiah. Sejak 55 tahun lalu, NORAD memiliki tugas khusus pada malam natal, yakni memantau dan mengawal St Nick dan rusanya yang terkenal itu.

    Ada beberapa anak yang menerima kejutan karena salah satu orang yang menerima telepon mereka adalah Michelle Obama, istri orang nomor satu di Amerika.

    Sebuah sambungan telepon dari Hawaii, di mana Obama sedang berlibur, memungkinkannya untuk bergabung sebagai relawan Peterson Air Force Base, Colorado, yang tengah bertugas menjawab panggilan telepon dan e-mail dalam program pelacakan Santa ini.

    "Saya sangat gembira karena saya berbicara dengan istri presiden," kata Evan Race, 10 tahun, dari Springfield, Illinois. Dia dan keluarganya tengah berada di North Carolina untuk liburan ketika mereka memutuskan untuk menelepon NORAD.

    "Saya benar-benar terkejut," kata adiknya, Anna, 8 tahun. Anak lain, Colin Race, 7 tahun, juga berbicara dengan Obama.

    Gedung Putih mengatakan, Presiden dan istrinya meluangkan waktu sekitar 40 menit untuk berbicara dengan anak-anak dari setidaknya selusin keluarga. Keterlibatan Michelle Obama diyakini untuk pertama kalinya dalam 55 tahun, program ini diikuti Ibu Negara, seperti dikemukakan Jamie Graybeal, wakil kepala staf komunikasi NORAD.

    NORAD Pelacak Santa, adalah nama resmi program ini, yang dimulai pada tahun 1955 ketika sebuah iklan koran Colorado Springs mengundang anak-anak untuk berbicara dengan Santa di saluran telepon. Namun saat itu nomor teleponnya salah ketik, dan puluhan anak-anak yang terlanjur menelepon nomer itu ternyata menghubungi Pusat Komando Pertahanan Angkasa di Colorado.

    Para petugas pun akhirnya bertugas bermain bersama anak-anak itu dan melaporkan keberadaan Santa. Sekarang ritual terus berlanjut. "Ini benar-benar tertanam dalam jiwa dan budaya di NORAD," kata Letnan Jenderal Angkatan Kanada Marcel Duval, wakil komandan NORAD, yang malam itu bertugas melayani panggilan berbahasa Perancis.

    Duval mengatakan bahwa tugas pelacakan Santa ini tidak mengganggu pekerjaan mengawasi ancaman terhadap wilayah Amerika Utara.

    Tahun lalu, NORAD Pelacak Santa menjawab 3.5000 panggilan telepon, 74.000 e-mail, dan tahun ini diharapkan lebih dari jumlah tersebut. Meskipun program ini ditujukan kepada anak-anak, para relawan pun menjawab telepon dari para orang tua, dan menyebutkan bahwa St Nick tidak akan berhenti di rumah kecuali semua anak-anak tidur.

    Relawan Liz Anderson mengatakan bahwa ketika dia mengatakan hal itu, kadang-kadang para orang tua langsung memberi tahu anak-anak mereka, “Lihat! Saya bilang apa,” agar anak-anak mereka segera tidur agar didatangi Santa.

    “Dibutuhkan empat bulan perencanaan program ini untuk menyiapkan 1.200 relawan, 100 saluran telepon, 30 laptop, dan dua TV proyeksi layar besar,“ kata juru bicara NORAD, Joyce Frankovis. Semua tenaga kerja adalah relawan. Para staf sipil dan militer memakai topi Santa dengan tulisan "Special Operation Elf" pada bagian pinggirnya yang berwarna putih.

    NORAD menyebut program ini sebagai Santa abad 20. Dan pada abad 21 ini, NORAD Tracks Santa memiliki akun Twitter, halaman Facebook, sebuah saluran Youtube, dan aplikasi untuk ponsel, dan situs http://www.noradsanta.org. Lebih dari 13 juta orang mengunjungi situs ini, lebih dari 625.000 mengklik “like” di Facebook, dan lebih dari 49.000 pengikut mereka di Twitter.

    AP | HAYATI MAULANA NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.