Pasca Bom di Bali, Bush Serukan Dunia Perangi Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Amerika Serikat, George W. Bush, menyerukan kepada dunia untuk melawan apa yang disebut “ancaman besar” terorisme seperti pengeboman di Bali, Indonesia, yang menewaskan 187 orang. Para pemimpin dunia bereaksi setelah berita tentang ledakan di sebuah tempat hiburan malam itu. Secara tegas, mereka mengatakan pentingnya untuk melanjutkan perang terhadap aksi “terorisme,” dan menawarkan dukungan serta komitmen mereka untuk membasminya. Bush menggambarkan serangan tersebut sebagai sebuah “aksi brutal” terorisme. “Setidaknya 182 tak bersalah dibunuh, dan ratusan lainnya luka parah dalam aksi terorisme untuk melakukan teror dan membuat kacau situasi. Dunia harus melawan ancaman besar terorisme ini. Kita harus bersama-sama menantang dan mengalahkan pikiran jahat dengan membunuh orang tak bersalah, dengan meningkatkan dukungan. Dan, kita sah menyebut tindakan hina tersebut sebagai pembunuhan,” kata dia, dalam pernyataan resminya, Minggu (13/10). Di Australia, negara yang warga negaranya banyak menjadi korban dalam ledakan Sabtu malam itu, Perdana Menteri John Howard mengatakan semua negara harus tetap memerangi aksi-aksi teror. Howard menawarkan bantuan di bidang kepolisian dan intelijen guna menangkap dalang serangan bom mobil di dua klab malam yang menewaskan sedikitnya 187 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya. Sebagian besar korban adalah warga negara Australia. Walaupun begitu, ia menekankan perlunya menghormati kedaulatan dan sensitivitas Indonesia. Howard mengatakan “Perlu adanya kemauan dari pemerintah Indonesia untuk bersama-sama dalam menangani masalah ini.” “Saya juga berbicara atas nama bangsa yang tidak hanya sebagai tetangga akan tetapi putera dan puteri kami tewas dalam kejadian yang memalukan ini,” ujarnya, kepada sebuah stasiun radio komersial. “Sehingga sangatlah penting bagi kita untuk bekerjasama dan kita semua memahami betapa pentingnya isu ini”, tambahnya. Sekjen PBB, Kofi Annan, mengutuk pengeboman tersebut. Juru bicaranya mengatakan Annan “kaget dan takut” mendengar serangan tersebut. “Annan menyerukan, sekali lagi, kutukannya atas seluruh aksi tanpa pandang bulu terhadap warga sipil. Mereka melanggar norma-norma moralitas, seperti hukum setempat dan internasional, dan tidak membenarkan alasan atau ideologi apapun,” kata juru bicara tersebut. "Atas kejadian tragis itu, digarisbawahi penting bagi seluruh negara untuk melawan terorisme dan membela hak asasi manusia, kebebasan dan aturan hukum,” katanya. (AFP/Sam Cahyadi)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.