Eksekusi Mati Berkurang karena Obat Sulit Didapat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Evan Vucci

    AP/Evan Vucci

    TEMPO Interaktif, New York - Jumlah terpidana mati yang dieksekusi di Amerika Serikat menurun tahun ini karena obat yang digunakan untuk suntikan mematikan sulit didapatkan dan eksekusi menelan  biaya yang besar dalam kondisi ekonomi yang krisis. Hal tersebut terungkap dalam laporan Pusat Informasi Hukuman Mati, Selasa (21/12).

    Pusat Informasi Hukuman Mati mengatakan jumlah terpidana yang dieksekusi mati menurun 12 persen tahun ini dan jumlah hukuman mati mencapai titik terendah sejak diterapkan pada 1976.

    Texas menjadi negara bagian dengan jumlah eksekusi mati terbanyak yaitu 17 dari 46 eksekusi tahun ini di Amerika Serikat. Jumlah eksekusi mati menurun dari 52 kasus pada 2009 atau kurang dari separuh dari jumlah eksekusi mati pada 1999.

    “Apakah itu karena ongkos yang tinggi untuk hukuman mati saat anggaran dikurangi, risiko mengeksekusi mati orang yang tidak bersalah, ketidakadilan, atau alasan lain, negara ini terus bergerak menjauhi hukuman mati pada 2010,” ujar Pusat Informasi Hukuman Mati Richard Dieter dalam pernyataannya.

    Salah satu faktor yang menyebabkan jumlah eksekusi berkurang adalah kesulitan mendapatkan sodium thiopental, salah satu obat yang digunakan untuk hukuman dengan suntikan mati.

    Eksekusi mati ditunda atau dibatalkan di lima negara bagian karena obat tersebut sulit didapatkan. Arizona mengimpor obat tersebut dari Inggris, negara yang menghapus hukuman mati. Namun, Inggris saat ini membatasi ekspor obat tersebut.

    Vonis hukuman mati pada 2010 mencapai 114 atau nyaris berada di titik terendah sejak hukuman tersebut diperkenalkan di Amerika Serikat.

    REUTERS| KODRAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.