Demi Keselamatan Anak, Penulis Buku Pedofilia Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Phillip Graves. (newsfirst5)

    Phillip Graves. (newsfirst5)

    TEMPO Interaktif, Hati-hati mengasah intelektual Anda, bisa-bisa masuk bui, kendati di negara nenek moyang demokrasi, Amerika Serikat.

    Senin (20/12) kemarin, petugas keamanan di Colorado, Florida, menahan seorang pria penulis buku "bagaimana melakukan pedofilia -kejahatan seks terhadap bocah."

    "Anda tak boleh menyerang atau menggambar anak-anak dalam sebuah hubungan yang membahayakan," kata petugas kepolisian di Florida, Gardy Judd.

    Penulis sekaligus penerbit buku tersebut, Phillip Greaves, ditahan di Pueblo, Colorado, Florida, setelah detektif mendapati copy buku di Polk County. Selanjutnya, penulis buku digelandang ke Florida untuk dihadapkan ke meja hijau.

    Greaves dan bukunya berjudul "The Pedophile's Guide to Love and Pleasure: A Child-Lover's Code of Conduct," telah menjadi perhatian nasional tahun ini setelah Amazon.com tetap berkukuh menjual buku tersebut melalui website kendati dikecam dan mendapatkan ancaman dari ribuan pengguna laman itu. Namun, tak lama kemudian, Amazon menarik peredaran buku pada awal November.

    "Dia telah menyediakan cara bagaimana melakukan kejahatan seks terhadap anak-anak," ujar Judd yang sempat shock ketika melihat isi buku tersebut, dimana korbannya adalah bocah berusia 9 hingga 13 tahun.

    Judd juga sempat frustasi karena karya tulis Greaves sesungguhnya dilindungi oleh undang-undang kebebasan berbicara, meskipun menciptakan "pelajaran kepada masyarakat bagaimana menggagahi dan memperkosa anak."

    Sherif ini berujar, "Pesannya sangat jelas, jika Anda menulis buku, menjual, dan memindahkan buku itu ke wilayah hukum kami, maka kami akan memeriksa dan menahan Anda, sebab tujuan kami adalah melindungi anak-anak."

    CNN | CHOIRUL


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.