Joe Biden Sebut Assange Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joe Biden. AP/Ariel Schalit

    Joe Biden. AP/Ariel Schalit

    TEMPO Interaktif, Washington - Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden membuat pernyataan keras bagi pendiri situs pembocor WikiLeaks, Julian Assange. Biden menyebut Assange sebagai teroris hi-tech atau teroris dengan kemampuan teknologi tinggi. 

    Inilah pernyataan paling keras yang dikeluarkan pejabat pemerintahan Obama sejak WikiLeaks membocorkan kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di seluruh negara. Biden mengklaim dengan dibocorkannya kawat diplomatik ini maka Assange telah membuat semua pejabat Amerika dalam bahaya juga membuat semua kepentingan Amerika terancam. 

    Dalam acara "Meet the Press" di stasiun televisi NBC kemarin, Biden juga mengatakan pemerintah Amerika Serikat sedang mencari jalan untuk mencegah kebocoran lebih jauh lagi. "Departemen hukum lagi mencari caranya," kata Biden. Termasuk, kata Biden, untuk menuntut dan membawa Assange ke pengadilan. 

    Ketika ditanya, apakah yang dilakukan Assange itu sebuah tindakan kriminal, Biden mengatakan Assange bisa terbukti melanggar hukum bila ternyata dia mendorong atau membantu Bradley Manning, analis intelijen Amerika yang diduga berada di balik bocornya dokumen Kedutaan Amerika Serikat. 

    Menurut Biden, apa yang dilakukan Assange berbeda dengan apa yang dilakukan jurnalis yang mendapat bocoran dokumen rahasia. "Bila dia melakukan konspirasi dengan anggota militer Amerika untuk mendapat dokumen rahasia, tentu ini berbeda dengan seseorang yang memberikannya kepada Anda.. seorang jurnalis," ujarnya. 

    Saat ditanya lebih jauh, apa bedanya Assange dengan teroris hi-tech dengan whistleblower yang mengeluarkan dokmen Pentagon pada 1970-an, yang mengungkap kebohongan Amerika dalam perang Vietnam, Biden mengatakan ini jelas lebih mirip teroris dibanding whistleblower. "Dia telah membahayakan nyawa banyak orang," kata Biden. 

    Selain membahayakan nyawa orang, lanjut Biden, Assange telah merusak hubungan Amerika dengan para sahabat dan sekutunya. "Sekarang para pemimpin dunia yang ingin bertemu saya hanya ingin bertemu berdua saja, tanpa ada orang lain, ini tentu sudah merusak," katanya. 

    Sejak akhir bulan lalu, situs pembocor dokumen rahasia, WikiLeaks membocorkan kawat diplomatik milik Kedutaan Besar Amerika Serikat di seantero dunia. WikiLeaks mengklaim memiliki lebih dari 250 kawat diplomatik dari tahun 1966 sampai 2010.  Sampai hari ini Wikileaks sudah mengeluarkan 1818 dokumen. 

    GUARDIAN | PGR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?