Bu Tinah, Kekayaan Rahasia Uni Emirat Arab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pulau Bu Tinah di Uni Emirat Arab. (nydailynews.com)

    Pulau Bu Tinah di Uni Emirat Arab. (nydailynews.com)

    TEMPO Interaktif, Bu Tinah ini bukan nama orang, tapi nama sebuah pulau di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Di pulau ini hidup berbagai binatang  langka nan indah yang dilindungi, di antaranya, ikan terbang, lumba-lumba, burung Elang Osprey, Dugong atau pesut, burung Flamingo juga penyu langka, Hawksbill.  

    Pulau yang terletak di kawasan cagar laut Marawah ini dibangun oleh UNESCO, badan PBB untuk urusan budaya dan sosial. Pulau ini masuk sebagai calon satu dari tujuh keajaiban dunia untuk kategori alam yang baru.

    Menurut ilmuwan Badan Lingkungan Abu Dhabi, Suaad Saleh Al Harthi pulau Bu Tinah kurang dikenal di dunia karena sangat dilindungi. "Sangat sedikit orang yang boleh datang ke pulau ini," ujar Harthi seperti dikutip dari laman situs CNN kemarin. Dia salah satu orang yang beruntung itu, Harthi sudah menjelajah pulau dan menikmati keindahannya. 

    Laut yang mengelilingi pulau seluas dua kilometer persegi ini sangat jernih. Saking jernihnya, dasarnya pun kelihatan. Ikan terbang banyak terlihat, lumba-lumba yang tiba-tiba datang mendekat, bahkan kita bisa memberi makan sekelompok burung Flamingo yang sedang bermigrasi. 

    Nah, yang paling istimewa, menurut Harthi, daya tahan dan kemampuan mahluk hidup di pulau ini untuk beradaptasi. Mereka bisa bertahan hidup di bawah cuaca yang ekstrim. "Padahal di tempat lain, hewan-hewan pasti sulit bertahan," ujarnya. Bahkan, lanjut Harthi, terumbu karang du sana bisa hidup dalam tempratur 15 sampai 37 derajat Celcius. 

    Pulau Bu Tinah juga menjadi laboratorium hidup bagi ilmuwan untuk mempelajari perubahan iklim. Termasuk, penyu langka, Hawksbill yang bertelur di pulau ini. Selain Hawksbill, ada mamalia laut berukuran besar yang juga langka, dugong atau pesut. Hewan itu kerap terlihat di laut dangkal untuk mencari rumput laut. 

    Demi melindungi kekayaan alam ini, hampir tidak ada orang yang boleh masuk ke pulau Bu Tinah. Seorang petugas patroli pulau, Mohammed Al Shehhi mengatakan terus menjaga pulau ini dari kehadiran manusia juga dari segala macam sampah. "Saya akan terus menjaga pulau ini," ujarnya. 

    Pulau Bu Tinah kini bersaing dengan kejaiban dunia lainnnya, di antaranya, Grand Canyon di Amerika Serikat, Pulau Komodo di Indonesia, juga The Great Barrier Reef di Australia. 

    Bagi ilmuwan lokal, selama pulau Bu Tinah tetap dijaga dan membiarkan mahluk yang di dalamnya hidup tenang maka Bu Tinah sudah menjadi pemenang. 

    CNN | POERNOMO GR 
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.