Wikileaks: Di India, Ekstrimis Hindu Lebih Bahaya dari Muslim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • cablegate.wikileaks.org

    cablegate.wikileaks.org

    TEMPO Interaktif, Delhi - "Putra mahkota" India, Rahul Gandhi mengatakan kepada Duta Besar Amerika Serikat untuk India Timothy Roemer soal ancaman umat Hindu garis keras. Dalam acara makan siang bersama tahun lalu, Rahul menyatakan kelompok Hindu garis keras adalah suatu ancaman serius bagi India. Mereka lebih bahaya ketimbang militan Muslim.  

    Pernyataan Rahul tersebut terungkap dari kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di India yang dibocorkan situs Wikileaks. Dalam kawat tersebut ditulis, "Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kelompok teroris Islam semakin kuat, tapi kelompok garis keras Hindu yang paling berbahaya karena mereka memicu sentimen agama dan konflik terbuka dengan komunitas Muslim." 

    Rahul, 40, cucu Jawaharlal Nehru ini juga mengungkapkan kepada Duta Besar Roemer bahwa kelompok ekstrimis Hindu terus berkembang, mereka timbul akibat serangan-serangan militan Muslim, dan ini menjadi perhatian utama pemerintah India. 

    Dalam kawat lainnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di India juga melaporkan Rahul Gandhi bisa menjadi "kawan" Amerika Serikat. Rahul yang saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Partai Kongres  sering disebut pemimpin India masa depan, para diplomat Amerika di India juga setuju. "Pemimpin muda seperti Rahul bisa mendukung kerjasama strategis India dengan Amerika." 

    Namun, para diplomat Amerika mengkritik birokrasi di India. Mereka kebanyakan kurang kompeten, sangat sensitif dan korup. Para pejabat negara dan politikus juga masih terjebak dalam era perang dingin.  Meski banyak masalah, namun diplomat Amerika masih menganggap India sebagai mitra strategis. 

    THE HINDU | GUARDIAN | PGR   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.