Pengadilan Putuskan Julian Assange Bebas dengan Jaminan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Founder WikiLeaks, Julian Assange. AP/APTN

    Founder WikiLeaks, Julian Assange. AP/APTN

    TEMPO Interaktif, JaLondon - Pengadilan Tinggi memutuskan pendiri WikiLeaks Julian Assange bebas dengan jaminan 200 ribu pounds (Rp 2,8 miliar), Kamis (16/12). Hakim Pengadilan Tinggi Duncan Ouseley juga mengubah beberapa persyaratan bebas yang ditetapkan hakim pengadilan negeri pada Selasa lalu.

    Assange, yang menjadi target kemarahan Amerika Serikat terkait pembocoran dokumen rahasia Amerika oleh WikiLeaks, saat ini berjuang melawan upaya pihak yang ingin dia diekstradisi ke Swedia. Assange dituduh melakukan kejahatan seksual terhadap dua wanita relawan WikiLeaks. Assange membantah tuduhan tersebut.

    "Ia (Assange) yang pasti punya niat untuk membersihkan namanya. Sebab jika tidak, tuduhan tersebut selalu membayanginya," ujar Ouseley.

    Jaksa Inggris mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi terkait keputusan Pengadilan Negeri yang memberikan Assange status bebas dengan jaminan.

    Namun, belum jelas apakah Assange langsung dibebaskan atau tidak, Kamis ini. Pengacara Assange, Mark Stephens, sebelum sidang mengatakan uang jaminan 200 ribu pounds akan disediakan Kamis ini hasil dari penggalangan dana pendukung Assange.

    Meski bebas, Assange diwajibkan berada di Inggris, melapor kepada polisi tiap hari, dan menggunakan kalung elektronik.

    Assange akan kembali disidang pada awal Februari.

    Assange, 39 tahun, ditahan di London pekan lalu atas tuduhan kejahatan seks di Swedia. Pria asal Australia ini merupakan pendiri WikiLeaks yang telah membeberkan lebih dari 250 ribu dokumen rahasia diplomatik Amerika Serikat.

    Assange dituding melakukan kejahatan seks terhadap dua warga Swedia yang menjadi relawan WikiLeaks saat Assange tinggal di Swedia. Assange membantah tudingan tersebut dan ia berjuang agar tidak diekstradisi ke Swedia.  

    REUTERS| KODRAT SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.