Seruan Pendiri Wikileaks dari Sel Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil tahanan yang diyakini membawa pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dari Pengadilan Negeri Westminster, London (7/12). REUTERS/Suzanne Plunkett

    Mobil tahanan yang diyakini membawa pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dari Pengadilan Negeri Westminster, London (7/12). REUTERS/Suzanne Plunkett

    TEMPO Interaktif, London - Dari sel tahanannya di London, pendiri Wikileaks Julian Assange menyerukan akan terus mengeluarkan kawat diplomatik milik pemerintah Amerika Serikat. Assange mengatakan hal ini kepada ibunya, Christine Assange saat menengoknya di penjara. 

    Kepada stasiun televisi Australian Network Seven  Christine sempat bertanya kepada Julian, apakah semua yang dilakukannya ini bermanfaat? Assange mengatakan apa yang dilakukan selama ini adalah hal yang dia anggap benar. "Keyakinan ini tidak akan berubah," ujarnya seperti dikutip dari laman Reuters hari ini. 

    Wikileaks telah membuat Washington meradang. Wikileaks berjanji akan terus membocorkan sebanyak lebih dari 250 ribu kawat diplomatik milik kantor perwakilan pemerintah Amerika Serikat di penjuru dunia.  

    Lewat ibunya, Assange juga mengkritik perusahaan keuangan besar seperti Visa, Mastercard dan Paypal yang berusaha menghentikan aksinya. "Kita sekarang tahu perusahaan itu adalah bagian dari kebijakan luar negeri Amerika, sesuatu yang sebelumnya tidak kita tahu," ujarnya. 

    Assange berpesan dan menyerukan kepada dunia untuk bersama dirinya. "Saya juga meminta untuk melindungi orang-orang saya dari tindakan ilegal dan tidak bermoral ini," kata pria 39 tahun ini. 

    Christine kemudian juga menyampaikan bahwa seluruh dunia mendukung dirinya. "Sebagai ibunya, saya juga kembali meminta kepada dunia agar berdiri bersama anak saya," katanya. 

    Pengacara Assange pada Selasa  (14/12) waktu London akan kembali ke persidangan untuk berusaha menggagalkan usaha pemerintah Swedia mengekstradisi Julian Assange dari Inggris. Assange dituduh melakukan kejahatan seksual oleh pemerintah Swedia. Namun hal tersebut dibantah olehnya. 

    PGR 



      

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.